oleh

Presiden Jokowi, Harapkan Partai Hanura Tetap Bersama Pemerintah Hadapi Pileg dan Pilpres 2019

InilahOnline.com (Semarang-Jateng) – Presiden RI Joko Widodo, mengharapkan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) untuk tetap bersama pemerintah. Terlebih, mulai tahun 2018 adalah tahun politik karena terdapat Pilkada serentak dan menghadapi Pileg dan Pilpres 2019.

”Saya mengajak Hanura untuk selalu bersama pemerintah, mengentaskan kemiskinan dan memperkecil ketimpangan. Saya sampaikan terima kasih pada Hanura selama ini (mendukung pemerintah) baik di parlemen, dan para menteri di kabinet,” katanya saat hadir dalam HUT Hanura ke XI, di pantai Marina Semarang, Sabtu (23/12/2017).

Menurut Jokowi, pihaknya juga meminta dalam memasuki tahun politik 2018 nanti, semua kader Hanura agar tetap kompak dan solid, baik untuk kader maupun organisasinya. Jangan sampai terjadi intrik dalam internal partai, sehingga membuat tidak kompak dan solid.

”Kepemimpinan Hanura harus jadi tauladan untuk rakyat dan memberi pendidikan politik yang baik pada rakyat. Kemudian orientasinya menjaga NKRI, memperkokoh bhineka tunggal eka, dan merawat pancasila,”katanya.

Pada kesempatan ini, Jokowi juga tak henti-hentinya memuji Hanura. Ia menyebut, Hanura sejak berdirinya adalah partai politik paling rukun dan tidak pernah berantem, paling solid.

”Oleh karena itu, saya juga ingin berpesan pada kader Hanura agar menjadikan Hanura sebagai parpol yang modern, proporsional, dicintai masyarakat luas. Juga mengembangkan politik santun, serta paling loyal, politik yang berkarakter, politik yang berhati nurani, politik yang jauh dari caci maki, politik yang menyejahteraan rakyat,”katanya.

Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO), mengungkapkan, bahwa Hanura akan tetap mendukung pemerintahan Joko Widodo, baik sampai 2019 maupun saat Pilpres 2019 mendatang.

”150 persen mendukung Jokowi, pasti itu, nggak akan berubah. Partai Hanura telah menunjukan prestasi, dedikasi, loyalitas pada bangsa,” tegasnya.

Namun untuk meningkatkan elektabilitas partai di Pemilu 2019, OSO menginstruksikan, agar seluruh kader tidak melakukan korupsi, tetap mencintai rakyat, serta tidak berkhianat pada rakyat.’’Jangan melihat survei abal-abal, tapi kita lihat hasilnya di 2019 nanti,” tegasnya.

Dia mengatakan , survei internal yang dilakukan Hanura pada 2017 menunjukkan perolehan suara partai tersebut, hasilnya yang menggembirakan, dan itu merupakan tanda bahwa kepercayaan rakyat semakin kuat terhadap Hanura.

‘’Karena itu, saya menekankan bahwa kepercayaan rakyat itu jangan sampai dikhianati, dengan tindakan dan perilaku koruptif oleh kader Hanura di semua tingkatan, karena tidak pantas membalas kepercayaan masyarakat dengan tindakan tidak terpuji tersebut,’’paparnya.

Dijelaskan, meski survei tahun 2017 menunjukkan hasil perolehan suara Hanura sangat potensial dan menggembirakan. Instruksi saya selanjutnya adalah jangan mengkhianati rakyat.

‘’Saya tekankan Pemilu Legislatif 2019 semakin dekat, karena itu kader Hanura harus mempersiapkan diri secara matang, karena momen tersebut merupakan puncak pertanggungjawaban politik kepada konstituen.,’’ujarnya.

Menurut dia, kalau apa yang telah dilakukan kader Hanura di eksekutif dan legislatif memperoleh kepercayaan, maka masyarakat akan semakin banyak memilih kader Hanura di Pileg 2019.

“Di tahun 2019 akan ikuti Pemilu Legislatif dan itu puncak pertanggungjawaban politik terhadap konstituen. Saya ingatkan setahun lagi menuju kesana,” katanya.

Dalam puncak HUT Hanura tersebut DPP Partai Hanura menyerahkan mobil operasional kepada 34 DPD Partai Hanura. Selain itu Oso juga menginstruksikan program bedah rumah di masing-masing wilayah sebagai bentuk mendekatkan partai kepada masyarakat. (Suparman)

banner 521x10

Komentar