oleh

Proyek Tol Demak-Tuban Akan Melewati 3 Kecamatan dan 19 Desa di Wilayah Kabupaten Rembang

INILAHONLINE.COM, REMBANG – Rencana proyek pembangunan jalan Tol Demak (Jateng)-Tuban (Jatim) akan melewati sejumlah puluhan kecamatan dan desa. Pasalnya, ruas tol ini membutuhkan jalan lingkar untuk memecah kepadatan arus lalu lintas di kawasan pantai utara (Pantura) Jawa Tengah.

Untuk rute tol yang melewati wilayah kabupaten Rembang dipastikan melewati tiga kecamatan dan 19 desa, diantaranya kecamatan Kaliori, Rembang dan kecamatan Lasem. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang akan berkeja sama dengan Kementerian PUPR merencanakan pembangunan Jalan Lingkar Rembang-Lasem tersebut.

Untuk mewujudkan rute Rembang-Lasem yang dipastikan tidak akan melewati Kota Rembang itu, sehingga sedikitnya dibutuhkan 19 desa yang ada di tiga kecamatan wilayah Kabupaten Rembang dipastikan menjadi rute yang akan dilalui jalan lingkar Rembang-Lasem.

Informasi yang berhasil dihimpun inilahonline.com, dari data Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTARU) Kabupaten Rembang, bahwa perincian desa yang akan dilalui Jalan Lingkar Rembang-Lasem adalah 4 desa di kecamatan Kaliori, 10 desa di kecamatan Rembang serta 5 desa di kecamatan Lasem.

Percepatan proyek pembanguan ruas tol Semarang-Demak-Rembang-Tuban sangat diperlukan untuk mengatasi kemacaetan di jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa

Kepala DPUTARU Pemkab Rembang, Gantiarto mengungkapkan, empat desa di Kaliori yang akan dilalui Jalan Lingkar Remvbang-Lasem adalah Banyudono, Bogoharjo, Sendangagung dan Gunungsari. Sedangkan di kecamatan Rembang masing-masing adalah Waru, Ngadem, Mondoteko, Kedungrejo, Turusgede, Kumendung, Sridadi, Padaran, Tlogomojo dan Kasreman.

Untuk desa di wilayah kecamatan Lasem yang akan dilintasi Jalan Lingkar Rembang-Lasem adalah desa Karasgede, Dorokandang, Gedungmulyo, Dasun dan desa Tasiksono. Secara administrasi jalan lingkar Rembang-Lasem berada di tiga wilayah kecamaran yakni, kecamatan Kaliori, Rembang dan Lasem. Sedikitnya 19 desa akan dilalui jalan lingkar sepanjang 14 kilomter,” jelas Gantiarto

Sebelumnya, Pemkab Rembang berencana menuntaskan pembebasan lahan untuk proyek Jalan Lingkar Rembang-Lasem tahun ini. Pasalnya, sesuai rencana konstruksi jalan itu sudah harus dimulai pada 2023 mendatang.

Lebih lanjut Gantiarto mengatakan, adapun mekanisme pembiayaan atas proyek Jalan Lingkar Rembang-Lasem merupakan patungan antara Pemkab Rembang dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Menurut informasi yang dilansir oleh suaramerdeka.com, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Rembang Fachrudin mengatakan, Pemkab rembang sebagai pihak yang menyediakan lahan mengatakan, pembangunan konstruksi menjadi tanggung jawab Kementerian PUPR.

Hampir setiap hari jalur Pantura Semarang-Demak-Rembang-Tuban kondisinya macet, sehingga mengharuskan petugas kepolisian dari Polres setempat terjun kelapangan guna mengatur kemacetan arus lalu-lintas.

“Untuk itu, pihak Pemkab Rembang sudah merencanakan anggaran sebesar Rp 100 miliar untuk pembebasan lahan Jalan Lingkar Rembang-Lasem,” imbuhnya.

Anggaran itu merupakan pinjaman kepada Bank Jateng. Secara total, Pemkab Rembang mengajukan pinjaman ke Bank Jateng sebesar Rp 200 miliar. Perinciannya Rp 100 miliar untuk pembebasan jalan lingkar, dan Rp 100 miliar sisanya untuk infrastruktur jalan kabupaten.

“Jadi kami meninjau pengadaan belanja tanah dulu. Kalau pusat tahun depan memberikan pembiayaan atas jalan lingkar, barang tentu pinjaman Rp 100 miliar untuk pembebasan lahan kami ambil. Tapi, kalau tidak menunggu keputusan,” jelas Sekretaris Daerah (Sekda) Rembang, Fachrudin.

Sementara itu sejumlah warga perantauan asal Rembang yang ada di wilayah Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek) menyambut baik atas rencana dibangunnya jalan tol Demak-Tuban tersebut, karena setelah rampungnya pembangunan Tol Semarang-Demak nantinya tidak akan berhenti sampai disitu saja, melainkan dilanjutkan sampai ke Tuban Jatim.

“Dengan adanya Tol Demak-Tuban, diharapkan akan mengurai kemactan jalur pantura antra Jateng dan Jatim yang semakin hari semakin macet dan mengurangi kecelakaan, karena sepanjang jalur Pantura tersebut masih ada ruas jalan dua arah,” ujar salah satu warga asli Rembang, H. Susilo yang kini telah menetap dan tinggal di Kota Wisata Bogor. (SM/Piya Hadi)

Baca Juga Berita Terkait :

banner 521x10

Komentar