Ribuan Buruh di Semarang Unjuk Rasa Tuntut UMK Sebesar Rp2.754.000

16/11/2017 9:06:50 Kategori: ,

InilahOnline.com (Semarang-Jateng) - Ribuan pekerja dari aliansi serikat buruh Kota Semarang menggelar aspirasi dengan berkumpul di depan Kantor Gubernur Jateng, di jalan Pahlawan, Semarang, Rabu (15/11).Mereka meminta Pemprov Jateng menetapkan besaran usulan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Kota Semarang sebesar Rp2.754.000.

Sekretaris DPW Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Kota Semarang, Karmanto mengatakan para buruh mengusulkan kenaikan UMK Kota Seamarang 2018 sesuai hasil survei lapangan sebesar Rp2.745.000.

''Kami dengan tegas menolak PP 78/2015 sekaligus menolak kenaikan upah murah hanya sebesar Rp2.310.000, karena upah itu tidak dapat mensejahterakan para buruh,''ujarnya.

Menurutnya, regulasi penetapan nominal UMK itu tidaklah sesuai dengan UUD 1945 dan UU Ketenagakerjaan nomor 13 tahun 2003, serta survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang telah dilakukan oleh pihaknya.

''Banyak regulasi yang semakin tidak berpihak kaum pekerja dari kesejahteraan, terlebih dengan adanya kebutuhan hidup yang semakin meningkat, sehingga kami meminta Pemprov menetapkan UMK Kota Semarang sebesar Rp 2.754.000 yang dinilai layak,''tuturnya.

Sementara penilaian Apindo terhadap usulan UMK Kota Semarang sebesar itu, kurang layak dan telah disampaikan kepada Walikota. Bahkan mengancam jika ususlan UMK sebesar itu dipenuhi,

''Mereka akan melakukan intervensi dan melayangkan gugatan di PTUN. Untuk diingat saja, PTUN bukanlah segalanya,''ujar Karmanto.

Dedi Mulyadi, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Semarang, membenarkan adanya tuntutan yang dilayangkan pihaknya kepada PTUN pada tahun lalu, karena, upah yang diajukan memberatkan kalangan pengusaha penyedia lapangan kerja.

''Saya mengharapkan kenaikan UMK tahun ini tidak menimbulkan kembali adanya gugatan ke PTUN. Kami memposisikan diri untuk mengikuti aturan yang berlaku,''kata Dedi.

Menurutnya, kenaikan upah yang diusulkan pengusaha telah sejalan dengan perhitungan dalam PP 17/2015 dengan kenaikan 8,7% untuk 2018, sedangkan usulan Apindo untuk UMK Kota Semarang jika dinominalkan akan berkisar pada Rp2.300.000.

Aliansi serikat buruh yang menggelar aspirasi di Halaman Gubernuran itu, akhirnya melalui perwakilan buruh dapat beraudiensi dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng Wika Bintang, serta Asisten Pemerintahan dan Kesra Jateng Edy Joko Pramono.(Suparman)