Seknas Jokowi Jateng Ajak Masyarakat Aktif Cegah Praktek Politik Uang dalam Pilgub Jateng

Daerah, Politik548 Dilihat

INILAHONLINE.COM, SEMARANG – Seknas Jokowi Jawa Tengah mengajak masyarakat turut aktif, dalam gerakan pencegahan praktek politik uang pada penyelenggaraan Pilgub Jateng 2018.Jika mendapati praktek kejahatan politik tersebut, masyarakat diimbau untuk segera melapor kepada aparat terkait.

Sekjen Seknas Jokowi Jateng RY Agung Setijono mengatakan, pihaknya bersama Seknas Jokowi Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah mengajak para relawan dan seluruh warga Jawa Tengah untuk terlibat aktif memantau keberlangsungan pesta demokrasi pemilihan gubernur Jawa Tengah pada 27 Juni mendatang.

”Terlebih jika terdapat pelaku pembagian uang dalam kepentingan Pilgub Jawa Tengah, segera dilaporkan kepada aparat kepolisian,”katanya di Semarang, Sabtu (23/6/2018).

Ia mengatakan, waktu yang hanya tinggal empat hari lagi menuju hari Rabo, 27 Juni 2018. Jika erdapat pelaku segera tangkap, rekam, foto-video kejadian pembagian uang politik tersebut dan laporkan kepada Panwas atau Polisi. ”Jadi jika mengetahui hal yang mencurigakan terkait politik uang, segera laporkan kepada polisi,”pintanya.

Namun demikian, lanjutnya, satu hal yang perlu diingat semua pihak yaitu, selama tiga puluh dua tahun rezim otoriter militeristik orde baru telah memproduksi tradisi politik uang dalam tiap pemilu.

”Politik ketakutan, politik kecemasan, politik penyeragaman yang menjadi bingkai politik uang, yang diproduksi negara selama tiga puluh dua tahun, meski rezim tersebut kini sudah tidak ada,”paparnya.

Menurutnya, saat ini kita sebagai warga negara harus menunjukan harkat martabat daulat rakyat. Politik uang dalam pemilu merupakan pelecehan martabat kedaulatan rakyat. ” Ini bisa merendahkan filosofi dasar dalam Pancasila.”

Dia berharap, masyarakat tidak boleh lengah dan harus selalu waspada terhadap perilaku yang mencemari pesta demokrasi. Meskipun residu racun politik uang tersebut masih belum tuntas hilang, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

”Kita sebagai bangsa dan sekaligus sebagai warga negara harus bersatu padu, saling bergotong royong untuk mengkikis tuntaskan politik uang dalam pemilu sebagai gerakan bersama,”katanya.

Menurut Agung, gerakan mencegah dan menangkal perilaku pembagian politik uang dalam pemilukada tersebut, merupakan gerakan tanpa kekerasan. Karena itu, harus tetap menjunjung tinggi penegakan secara konstitusional.

”Mari kita merayakan Pilgub Jateng 27 Juni 2018 yang gayeng tanpa politik uang,”pungkasnya.(Suparman)

banner 521x10

Komentar