Tarian Gedroex Abluk Joyo Sambut Kedatangan Cagub Jateng Ganjar Pranowo di Temanggung

17/04/2018 11:59:49 Kategori: ,

INILAHONLINE.COM, TEMANGGUNG - Ratusan warga Desa Badran, Kecamatan Kranggan, Temanggung berkumpul menyambut kedatangan Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Senin (16/4/2018). Politikus berambut putih itu disambut sebarisan anak-anak yang menarikan Gedroex Abluk Joyo dengan rancak dan riang.

Sebelum dialog bertajuk Ngangkring Lintas Agama Bareng Ganjar dimulai, belasan ibu-ibu lebih dahulu bershalawat diiringi musik rebana. Mereka menyenandungkan shalawat dengan nada yang diadaptasi dari lagu dangdut 'Jaran Goyang'.

Acara semakin asyik dan gayeng karena mempertemukan tokoh agama lintas iman plus penghayat kepercayaan di tengah-tengah pemukiman warga. Para pemuka agama Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan sebagian penganut kepercayaan nampak hadir. Bersama Calon Bupati Temanggung Bambang Sukarno, Ganjar berdialog dengan warga hingga pukul 23.00.

Ganjar mengapresiasi eratnya kerukunan dan tingginya toleransi beragama di Desa Badran. Tingginya toleransi warga setempat ditunjukkan dengan kecakapan remajanya yang menginisiasi dialog tersebut. Salah satunya Nisa yang berani maju ke depan berhadapan dengan Ganjar.

"Jangan sampai kita tercerai berai karena bangsa kita mudah dipecah belah kalau tidak bersatu," kata siswa kelas XII SMA 2 Temanggung itu.

Ganjar sangat setuju dengan ucapan gadis berkerudung itu. Disampaikannnya, bahwa Indonesia merdeka berkat usaha seluruh elemen bangsa. Tak ada satu orang atau kelompok pun yang boleh mengklaim sebagai satu-satunya yang berjasa atas kemerdekaan itu.

"Bung Karno dan Bung Hatta sadar betul, makanya menuliskan naskah proklamasi atas nama bangsa indonesia. Maka dasar negara juga ditentukan dengan musyawarah para tokoh pendiri bangsa," katanya.

Meski acara berlangsung hampir tiga jam, namun warga tak beranjak hingga kelar. Pantas saja, selain memang dialog dikemas segar dengan guyonan, hiburan musik blues akustik membuat suasana tak terasa menjemukan. Suguhan teh dan gorengan hangat dari angkringan juga membuat warga tak beranjak hingga larut malam.

Dian, salah satu penggagas acara, mengatakan, dialog dilangsungkan karena pemuda Desa Badran gelisah dengan maraknya isu SARA dibalut berita hoax di media sosial.

Menjelang pemilihan gubernur Jateng dan Bupati Temanggung, pemuda memutuskan mengundang para kandidat yang memiliki komitmen anti SARA dan menjaga keutuhan bangsa.

"Maka kami mengundang Pak Ganjar untuk bersama-sama kami nantikan petuahnya bagaimana menjaga agar pemuda tidak mudah terombang-ambing berita hoax dan fitnah ini," tukasnya. (Suparman)