Terima Usulan Warga, Jalur SSA Dikembali Dua Arah Di Kota Bogor

Tak Berkategori238 Dilihat

INILAHONLINE.COM, BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sangat terbuka pada usulan masyarakat. Salah satunya menangkap aspirasi warga yang meminta penghapusan sistem satu arah (SSA) di seputaran Kebun Raya, selama penutupan jalan Otto Iskandardinata (Otista) Kota Bogor dikarena proses pelebaran jembatan Otista tersebut.

Mulai hari Selasa (9/5) malam pukul 21.00 WIB, Jalur SSA kembali dua arah untuk jalan Pajajaran . Kebijakan ini juga merupakan hasil evaluasi pelaksanaan rekayasa lalu lintas selama tujuh hari.

Menurut Wali Kota Bogor, Bima Arya berdasarkan hasil kajian Forum Komunikasi Pimpanan daerah (Forkopimda) kota Bogor, bahwa rekayasa lalu lintas imbas proyek jembatan Otista memberi dampak ekonomi yang signifikan. Penurunan omzet pedagang mencapai 60 sampai 70 persen. Okupansi hotel juga menurun 60 persen.

“Selain itu, biaya transportasi yang melonjak juga dikeluhkan masyarakat. Kami mendengar betul masukan dari warga, kami mengevaluasi. Jadi mulai Selasa (9/5) pukul 21.00 WIB skenario penerapan dua arah akan berjalan,” ujar Wali Kota Bogor Bima Arya

Pemkot Bogor telah mempersiapkan sarana dan prasarananya untuk penerapan dan pemberlakuan sistim dua arah, dengan skenario baru yakni Jalan Jalak Harupat hingga Jalan Djuanda akan kembali menjadi dua arah. “Hal ini untuk memudahkan pengguna jalan, akan ada penghilangan separator atau pulau jalan dan penambahan lampu lalu lintas di Kapten Muslihatm,” ujarnya.

Selain itu, menurut Bima Arya, tidak ada perubahan untuk Jalan Pajajaran, tepatnya dari Lippo Kebun Raya Bogor hingga Tugu Kujang. Hanya di bagian tengah jalan akan dipasang kombinasi antara traffic cone, water barrier dan barrier beton.

“Kemudian lajur di Jalan Suryakencana akan diubah sebaliknya. Kendaraan yang tadinya melintas dari pintu gerbang Surken ke Simpang Gang Aut, diputar ke arah sebaliknya,” paparnya.

Adapun perubahan yang signifikan ketika kendaraan yang mengarah dari Exit Tol Bogor atau Terminal Baranangsiang yang hendak menuju Balaikota Bogor, bisa langsung menuju Jalak Harupat karena dibuat dua arah.

“Namun demikian, bagi kendaraan yang hendak menuju Jalan tidak bisa langsung Jendaral Sudirman akan diarahkan terlebih dahulu ke kiri “Dari Tugu Kujang boleh ke Jalan Harupat, tetapi tidak boleh ke Jalan Sudirman,” imbuh Walikota Bogor

Masih kata Bima Arya, kendaraan yang dari Jalak Harupat diarahkan ke Jalan Juanda, namun bisa memutar melalui Jalan Kapten Muslihat bagi yang hendak menuju ke Jalan Jendral Sudirman.

“Kemudian juga kendaraan yang menuju Empang harus terlebih dahulu memutar ke Jalan Otista, sebelum jembatan yang saat ini dibongkar belok ke arah Jalan Roda dan bisa berputar ke arah Jalan Suryakencana untuk selanjutnya menuju BTM dan Empang,” paparnya.

“Dari arah Balaikota Bogor juga nanti akan belok kiri jadi tidak bisa crossing ke Jalan Harupat tetapi langsung ke Jalan Sudirman,” papar dia.

Pada intinya, skenario dua arah akan banyak menekankan perputaran menekuk ke kiri. Secara detail, konsep baru ini akan kita sebarkan informasinya, agar warga bisa memahami dan menyesuaikan.

“Konsep ini juga akan terus dievaluasi terkait pelaksanaannya. Bima memastikan rekayasa lalu lintas harus mempertimbangkan waktu tempuh dan mengurangi dampak ekonomi. Pengaturan dan penerapan jalur dua arah ini dimaksudkan untuk menggerakkan kembali roda ekonomi dan lainnya,” imbuh Walikota Bogor

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso menambahkan, bahwa pihaknya akan menyiagakan petugas yang berjaga selama 24 jam. Pada pukul 06.30 WIB sampai 14.00 WIB akan mengerahkan sebanyak 40 personel. Sedangkan pada pukul 20.00 sampai pagi jam 06.00 WIB sebanyak 12 personel yang disiagakan untuk membantu pengatusan sekaligus sosialisasi penerapan rekayasa lalu lintas yang baru.

“Jumlah personel belum tambahan dari personel Polsek dan juga dari Dishub Kota Bogor. Kita siap untuk melaksanakan pengamanan, kelancaran arus lalu lintas, dan berjibaku di tengah panas, hujan, pagi, siang, sore dan malam,” jelas Kombes Bismo Teguh Prakoso

Menurut Kapolresta Bogor, jalan Pajajaran tepatnya dari Lippo Kebun Raya Bogor hingga Tugu Kujang di median jalan terpasang kombinasi antara traffic cone, water barrier dan barrier beton untuk menunjungpenerapan dua arah.

“Kondisi ini juga terjadi di ruas jalan Jalan Jalak Harupat hingga Jalan Djuanda,” pungkasnya. (Advetorial)

banner 521x10

Komentar