oleh

Terpidana Kasus Korupsi, Mantan Kepala BPN Aceh Timur Dieksekusi

INILAHONLINE.COM, ACEH

Terpidana kasus korupsi pembangunan kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh Timur dibekuk Tim Jaksa eksekutor Kejaksaan Negeri Aceh Timur bekerja sama dengan tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Aceh, Senin (15/7) kemarin.

Terpidana kasus korupsi pembangunan kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh Timur tahun 2014 ini ditangkap di rumahnya di Jalan Balai Desa Nomor 22 Desa Lam Bheu, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Timur, Abun Hasbulloh Syambas SH MH melalui Kasi Intel Andi Zulanda SH yang dilansir media Serambi menyebutkan, bahwa terpidana Syahrizal terjerat kasus korupsi pada saatyang bersangkutan menjabat sebagai Kepala BPN Aceh Timur dan telah diputus bersalah melakukan tindak pidana korupsi.

“Putusan yang menyatakan yang bersangkutan berasalah adalah berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor : 394K/Pid.sus/2019 tanggal 15 April 2019 yang diterima Jaksa Penuntut Umum pada Selasa 9 Juli 2019,” jelas Zulhanda.

Menurutnya, vonis incraht tersebut telah menjatuhkan pidana penjara kepada terpidana selama empat tahun dan denda sebesar Rp 200 juta, subsidiair 6 bulan kurungan dan terpidana Syahrizal, dinyatakan bersalah melanggar pasal melanggar pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Atas perbuatan yang dilakukan oleh terpidana tersebut, negara mengalami kerugian sebesar Rp. 533.461.000,” ujar Zulhanda.

Pada saat dilakukan eksekusi terhadap terpidana, tim Kejaksaan melakukan pemeriksaan indentitas terpidana dan membacakan putusan MA oleh Jaksa Kejari Aceh Timur dengan disaksikan keluarganya. Selanjutnya petugas membawa terpidana ke Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Banda Aceh untuk menjalani masa hukuman.

“Eksekusi terhadap terpidana Syahrizal, terkait kasus tindak pidana korupsi pengerjaan pembangunan Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Timur yang bersumber dari dana APBN 2014, berdasarkan surat perintah Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Timur, Senin (15/7/2019) pukul 09.00 WIB dengan memerintahkan Tim eksekutor yang dipimpin Kepala Seksi Tidak Pidana Khusus Hafrizal SH MH dengan pengawalan polisi,” ungkapnya

Lebih lanjut Andi menyebutkan, bahwa berdasarkan Putusan Mahkamah Agung yang telah berkekuatan hukum tetap Nomor 394 K/Pid.sus/2019 tgl 15 April 2019, yang dalam amar putusannya menyatakan antara lain Syahrizal, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melanggar pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Atas perbuatannya, yang bersangkutan dijatuhkan hukuman pidana penjara selama empat tahun dan denda sebesar Rp 200 juta, subsidair 6 bulan penjara,” tandasnya.

Selain itu, Andi Zulhanda menjelaskan, Pengadilan Negeri Tipikor dan Pengadilan Tinggi Tipikor Banda Aceh menjatuhkan pidana terhadap empat terdakwa yakni, Syahrizal, Nazarudin, Thirasani, Mustafa Lisa dengan penjara selama satu tahun denda 50 juta subsidair 1 bulan kurungan karena terbukti melanggar pasal 3 jo. Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Bahwa terhadap putusan tersebut maka Penuntut Umum pada Kejari Aceh Timur melakukan upaya hukum banding dan kasasi. Karena putusan PN Tipikor terhadap keempat terdakwa teralalu ringan, dan tidak sesuai dengan tuntutan Jaksa yang sebelumnya menuntut empat tahun penjara, sehingga Jaksa melakukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi Tipikor Banda Aceh”, terang Zulhanda.

Andi juga menjelaskan, putusan PT Tipikor Aceh terhadap keempat terdakwa juga sama yaitu pidana penjara 1 tahun penjara, sehingga Jaksa melakukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung, sehingga MA telah mengeluarkan putusan terhadap terpidana Syahrizal dengan pidana penjara selama empat tahun dan denda sebesar Rp 200 juta, subsidair 6 bulan penjara. Sedangkan, putusan untuk ketiga terdakwa lagi sedang ditunggu oleh tim eksukusi Kejaksaan Aceh Timur, dari Mahkamah Agung.

“Tim Eksekusi dari Kejari Aceh Timur melakukan eksekusi terhadap Syahrizal di rumahnya, Senin pukul 15.00 WIB. Saat terpidana kita eksekusi di rumahnya, terpidana meminta waktu sebentar untuk bertemu keluarga, selanjutnya terpidana Syahrizal, dibawa dan kemudian diserahkan oleh tim eksekusi ke Rutan Kelas IIB Banda Aceh di Kajhu untuk menjalani pidana penjara,” imbuh Andi.

(Mohamad Ichsan/Red)

Komentar