Untuk Kesiapan Hadapi Krisis Kesehatan, Kota Bogor Siaga

Tak Berkategori297 Dilihat

INILAHONLINE.COM, BOGOR – Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan terhadap potensi krisis kesehatan dan bencana di wilayahnya, Dinas Kesehatan Kota Bogor menggelar Workshop Penanganan Krisis Kesehatan untuk Tenaga Emergency Medical Team (EMT) se-Kota Bogor, di Paseban Ageung, Senin (30/6/2025),

Kegiatan acara yang dimulai pukul 07.30 hingga 15.00 WB ini merupakan workshop peningkatan kapasitas dan koordinasi bagi tenaga EMT di Kota Bogor. Adapun fokus utama workshop adalah membekali peserta dengan pemahaman mendalam mengenai peran EMT dalam situasi darurat kesehatan, memperkuat struktur organisasi tim.

“Kegiatan workshop ini untuk memastikan kesiapan tenaga medis sebagai bagian dari respons cepat terhadap kejadian luar biasa (KLB), wabah, maupun bencana alam,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno, MARS.

Selain itu, workshop ini diikuti oleh total 94 peserta, yang terdiri dari personel EMT aktif di Kota Bogor. Selain itu, turut hadir 3 orang dari Public Safety Center (PSC), 6 orang dari Tim Gerak Cepat (TGC), serta 12 orang dari Tim P3MS (Penanggulangan Penyakit Menular Strategis).

Narasumber yang hadir membawakan dua materi utama seputar pengorganisasian EMT di daerah serta standar pelayanan dalam tugas EMT. Pelaksana kegiatan adalah Tim Kerja P3MS, Bidang P2P Dinas Kesehatan Kota Bogor, dengan pengawasan langsung oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Bai Kusnadi, SKM, MPH, dan dr. Tengku Yenni Febrina, M.Kes, selaku Kepala Tim Kerja P3MS.

Menurut Kadinkes Kota Bogor, workshop ini diselenggarakan sebagai respons terhadap kebutuhan mendesak dalam penguatan sistem tanggap darurat kesehatan di Kota Bogor. Kota ini dikenal sebagai salah satu daerah rawan bencana, termasuk potensi KLB dan wabah. Dengan meningkatnya frekuensi kejadian bencana, tenaga EMT harus memiliki pemahaman yang komprehensif, keterampilan lapangan yang memadai, serta kesiapan bergabung dalam tenaga cadangan kesehatan nasional.

“Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengorganisir kembali struktur dan fungsi EMT, memperjelas koordinasi dalam sistem manajemen klaster kesehatan, dan meningkatkan kemampuan teknis serta kesiapan psikologis tenaga medis yang terlibat,” jelasnya. (Ian Budi Lukito)

banner 521x10

Komentar