oleh

Walikota Semarang, Jalan Lingkar Mangkang-Arteri Kota Semarang Berupa Jalan Tol

InilahOnline.com (Semarang-Jateng) – Proyek Pembangunan Semarang Outer Ring Road (SORR) atau jalan lingkar Semarang bagian utara, menjadi prioritas utama Pemkot Semarang dalam pembangunan infrastruktur pada 2018 ini. Oleh karena itu, Pemkot Semarang berupaya mempercepat realisasi jalan penghubung dari Mangkang ke Arteri Yos Sudarso tersebut. Karena anggarannya masih kurang, maka Pemkot Semarang meminta bantuan dana kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

‘’Kementerian PUPR telah menyetujui membantu pembangunan jalan lingkar utara itu. Namun nantinya berupa jalan tol, bukan SORR atau jalan lingkar lagi,” kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Selasa (23/1/2018).

Menurut Hendi, pembangunan jalan tersebut dirasa sangat mendesak peruntukannya. Hal ini karena jalur utama Kota Semarang menuju ke barat, tiap hari lalu lintasnya padat hingga menimbulkan kemacetan.

‘’Melihat setiap hari terjadi kemacetan di jalan itu, sehingga kondisi tersebut banyak pengguna jalan yang mengeluhkannya,’’ujarnya.

Menurut Wali kota, setiap hari memang jalur tersebut dilalui oleh truk, bus, dan kawasan industri di jalur tersebut. Akibatnya pada saat pagi hari, sore, waktu pulang kerja dan juga pada saat orang sekolah atau pergi ke kantor sangat padat.

‘’Karena begitu pentingnya keberadaan SORR tersebut, Pemkot kemudian meminta bantuan secara tertulis dan pendekatan secara lisan kepada Kementerian PUPR untuk bisa melakukan pembiayaan SORR.,’’ tuturnya.

Ia menjelaskan, dalam pembangunan ini diharapkan secepatnya bisa terwujud, apalagi masih banyaknya pembangunan pihaknya melihat mana yang paling cepat terealisasi. ‘’ Karena Kementerian PUPR bersedia namun konsepnya dengan skemanya jalan tol itu,” terangnya.

Meski demikian, lanjut dia, pembangunan jalan tol tersebut nantinya akan dimulai pada 2019 dengan menyambungkan mulai arteri Kaliwungu, Kendal, sampai arteri Yos Sudarso, Semarang. Dengan adanya jalan tol ataupun jalan lingkar nantinya, maka akan bisa mengurangi beban jalur Jrakah-Mangkang.

“Kalau memang yang paling cepat pembangunannya nanti adalah arteri (SORR), maka kita akan jauh lebih senang lagi, karena pasti kawasan di sekitar kanan-kiri arteri itu akan berkembang lebih cepat lagi,” tandasnya.

Terkait proses pembebasan lahan, Walikota mengatakan, hingga kini masih terus dilakukan. Saat ini penetapan lokasi dan sosialisasi kepada masyarakat terdampak sudah dilaksanakan, tinggal yang belum adalah penetapan harga dari tim appraisal.

“Dalam waktu dekat kemungkinan ada pengecekan lokasi, untuk memperkirakan harganya berapa, baru dilanjut negosiasi,” paparnya.

Diungkapkan, jika pembangunan dikerjakan dengan konsep jalan tol, maka Pemkot Semarang memiliki tanggungjawab melakukan pembebasan lahannya. Direncanakan pembebasan lahan sudah selesai 2018 ini.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Iswar Aminuddin menuturkan, pihaknya berupaya mengejar target pembebasan lahan untuk proyek pembangunan SORR atau jalan lingkar. Rencananya, Pemkot akan membangun dua jalan lingkar yaitu Mangkang-Mijen dan Mangkang-Arteri Yos Sudarso. Dari dua proyek tersebut, Pemkot akan fokus pada penyediaan lahan untuk SORR Mangkang-Mijen terlebih dahulu.

“Yang digarap itu Mangkang-Mijen dulu. Progresnya saat ini baru pembebasan lahan yang baru mencapai 20 persen saja,,’’katanya.

Menurutnya, penyediaan lahan pembangunan jalur lingkar Mangkang-Mijen sepanjang 10,5 kilometer itu, menjadi salah satu prioritas DPU pada 2018 ini. Pihaknya telah menganggarkan Rp 50 miliar pada 2018 guna mempercepat pembangun tersebut.

“Selanjutnya akan dilakukan pengukuran untuk kawasan utara atau dari Mangkang menuju Pelabuhan Semarang,” ucapnya. (Suparman)

banner 521x10

Komentar