oleh

Akibat Pandemi Covid-19, Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Siapkan Strategi dan Skema Khusus Untuk Stabilkan Pendapatan Perusahaan

Tiga Direksi Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor saat memberikan keterangan pers terkait dampak Pandemi Covid-19 terhadap perusahaan

INILAHONLINE.COM, KOTA BOGOR – Akibat Pandemi Covid-19, Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor siapkan strategi dan skema khusus untuk menstabilkan Pendapatan. Hal itu untuk antisipasi membuat Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan Kota Bogor mesti kehilangan potensi pendapatannya, akibat diterapkannya berbagai pembatas kegiatan masyarakat.

Pasalnya sejak dengan adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang ditetapkan Pemerintah, sangat mempengaruhi aktivitas masyarakat, khususnya berdampak ekonomi dan sosial

Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan mengatakan, secara umum pendapatan Perumda Tirta Pakuan alami penurunan sekitar 10 persen sejak pandemi Covid-19 melanda Kota Bogor.

“Kalau dirinci mungkin penurunan pendapatan kami turun di angka 3 hingga 7 persen setiap bulannya. Jadi kalau diakumulasi pertahun mungkin penurunan pendapatan kami sekitar 10 persen,” jelas dia, saat ditanya wartawan, di Gedung DPRD Kota Bogor, kemarin.

Menurutnya, penurunan pendapatan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor paling tinggi terjadi pada sektor hotel, mal dan pasar. Sebab, selama PPKM Darurat dan PPKM Level 4 sektor-sektor tersebut tidak boleh beroperasi.

“Kalau dipersentasikan mungkin sumbangan pendapatan dari sektor hotel, mal, pasar dan restoran hanya 30 persen. Karena selama PPKM kemarin mereka tidak beroperasi, yang berujung pada tidak adanya penggunaan air di sektor-sektor tersebut,” ungkapnya.

Dikatakan Rino, secara umum pandemi Covid-19 merupakan kondisi yang cukup menyulitkan pihaknya. Sebab angka produksi air dengan pendapatan kurang begitu stabil, sehingga terjadi potensi penurunan pendapatan perusahaan.

“Untuk tahun 2021 ini adalah tahun penuh suka dan duka bagi kami. Karena pada tahun ini angka kebocoran air kami turun, produksi air meningkat, tapi pendapatan kami turun. Karena itu tadi, beberapa sektor tidak bisa beroperasi selama PPKM,” tandasnya.

Sementara itu Direktur Teknik (Dirtek) Ardhani Yusuf dan Direktur Umum (Dirum) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Ardani Yusuf Dirtek dan Rivellino Rizky dengan ucapan senada juga mengaku sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk menstabilkan pendapatan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor.

“Kami sudah menyiapkan sejumlah opsi untuk membantu menstabilkan pendapatan. Salah satunya dengan cara subsidi silang antara satu sektor dengan sektor lainnya,” ungkap mereka.

Demi menstabilkan pendapatan, Ardani Yusuf Dirtek dan Rivellino Rizky mengaku akan menyiapkan harga spesial, bagi pelanggan baru Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor khusus di periode September hingga 2021 Desember.

“Kami sudah menyiapkan diskon khusus 40 persen bagi pelanggan baru Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor di periode September hingga Desember nanti. Ini semua kami lakukan untuk membantu menstabilkan pendapatan kami di masa pandemi Covid-19,” pungkasnya.  (Ian Budi Lukito)

Komentar