oleh

Pelanggan Dihimbau Dampingi Petugas Tirta Pakuan Saat Catat Meteran Air

Direktur Teknik (Dirtek) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Ardhani Yusuf

INILAHONLINE.COM, BOGOR – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan Kota Bogor kembali menginformasikan agar pelanggan dihimbau untuk mendampingi petugas saat melakukan penegecekan atau pencatatan meteran air.

Pasalnya, para pelanggan benar-benar harus memperhatikan alat ukur meter air untuk menghindari salah catat, sehingga tidak menutup kemungkinan akan menyebabkan tagihan air melonjak

”Untuk pelanggan yang sudah berjalan, tentu sudah familiar dengan meter air yang terpasang di rumah. Fungsi­nya sebagai alat ukur pema­kaian air setiap bulannya,” kata Direktur Teknik Perumda Tirta Pakuan, Ardhani Yusuf, Minggu (29/8/2021).

Oleh sebab itu, kata Ardhani, sangat penting bagi pelanggan agar ikut serta menjaga meter air agar ter­catat dengan akurat, sehing­ga rekening air yang ditagih­kan sesuai pencatatan dan tidak ada lonjakan tagihan.

”Mengapa meter yang tidak terawat dapat menimbulkan lonjakan tagihan? Salah sa­tunya menyulitkan petugas pembaca meter ketika mem­baca atau mencatat angka meter air tersebut,” jelasnya

Masih kata Ardhani, ketika data yang difoto oleh petugas pembaca meter kurang jelas dan maka tagihan re­kening air akan ditagihkan berdasarkan pemakaian rata-rata pelanggan selama enam bulan ke belakang.

”Tagihan berdasarkan pe­makaian rata-rata ini bisa merugikan pelanggan. Ketika tidak ada pemakaian, maka pelanggan harus melakukan cek ulang ke kantor ataupun melalui kontak center,” tandasnya.

Lebih lanjut Ardhani mengatakan, hal itu pun, bisa membuang waktu atau ketika kondisi pipa persil da­lam keadaan bocor, namun pemakaian hanya berdasarkan rata-rata, maka dapat meny­ebabkan penumpukan pema­kaian dan rekening air men­jadi sangat mahal.

”Ada banyak kondisi meter tidak terawat yang menyulit­kan pembacaan meter air. Misalnya, meter air yang ter­timbun sampah, benda ron­tokan bangunan, benda berat atau meter masuk ke timbu­nan tanaman atau tanah di taman,” ungkapnya.

Selain itu, Ardhani mengatakan, contoh lainnya, adalah kondisi meter terendam di bak penampung atau meter terendam karena penghuni meninggikan rumah namun meter air tetap dalam posisi semula. ”Banyak kejadian meter air dicor pelanggan atau bak me­ter terkunci, sehingga tidak bisa dibaca petugas pencatat meter untuk mendapatkan angka aktualnya. Untuk itu pelanggan sebaiknya ikut serta mengecek meter air su­paya tidak merugi,” pungkanya. (Ian Budi Lukito)

Komentar