oleh

Bansos Pemkab Subang Diduga di Markup, FMP Laporkan Dugaan Korupsi Bansos Covid-19 ke Polda Jabar

Hal itu terpantau FMP, saat hendak konfirmasi terkait kasus itu kepada Kadinsos Subang pada waktu bersamaan. Sekira hampir satu jam anggota Polda tersebut berada di ruang kerja Kadinsos, setelah itu langsung bergegas meluncur menuju ke lokasi dimana alamat PT.TARA berada.

Kadinsos Subang Deden saat dikonfirmasi mengatakan, kedatangan anggota Polda tadi itu ke sini, kepentingan klarifikasi atas masalah Bansos yang dilaporkan LSM FMP, sekarang pihaknya langsung mau mendatangi PT TARA.

Deden mengaku bagi dirinya tidak sedikitpun ada perasaan marah terhadap pihak pelapor, bahkan pihaknya mengapresiasi atas langkah FMP.

“Masing-masing lembaga mempunyai tupoksi sendiri terkait kondisi di lapangan, bahkan dengan adanya laporan ini, kami jadi tau, karena pihak Dinas Sosial tidak mungkin mengcover semua kejadian di lapangan,” ungkap Deden ditirukan Asep.

Seperti diketahui Pemkab Subang melaunching penyaluran Bansos bersumber dari APBD kabupaten Subang bagi masyarakat terdampak Covid-19, pada tanggal 7 Mei 2020. Periode pertama penyalurannya bulan Mei 2020 telah rampung, saat ini penyaluran periode kedua sedang berlangsung. Total penerima Bansos dari APBD Subang sekitar 39.000 non DTKS dengan paket bantuan senilai Rp500.000,- berupa bantuan tunai Rp.150.000,- dan sisanya Rp.350.000,- berupa sembako.

Berdasarkan hasil investigasi Tim Perak dan FMP menyebutkan bahwa setelah dilakukan kroscek di delapan desa pada delapan kecamatan se-Kab. Subang. Diketahui bantuan yang diterima oleh penerima manfaat berupa, Beras berkualitas jelek (campur menir) 15 Kg, Minyak goreng merk Tawon 2 pcs uk 900 ml, Kecap Manis merk Topi 1 botol uk 140 ml, Sarden ABC uk kecil 2 kaleng, Kerupuk ¼ kg , Susu Cap Enak 1 kaleng, Mie Instan ada dua merk, yaitu Sakura dan Sarimi rasa kaldu (1 dus/penerima manfaat) dan uang tunai Rp150.000,-.

Selanjutnya Tim melakukan cek harga pasar dibeberapa lokasi, hasilnya Beras 15 Kg seharga Rp127.000,- Minyak goreng merk Tawon uk 900 ml seharga Rp12.000 x 2 = Rp24.000, Kecap manis merk Topi 1 botol uk 40 ml = Rp 5.500, Sarden uk kecil 2 x 7.000 = Rp14.000, Kerupuk ¼ Kg = Rp3.500, Susu cap Enak = Rp8.200, Mie instan merk Sakura 1 dus = Rp54.000, Mie Sarimi rasa kaldu 1dus = Rp60.000, jadi Total Sembako seluruhnya hanya Rp242.000 + uang tunai Rp150.000,- = Rp392.000,,-. Catatan, untuk Mie instan penerima manfaat menerima satu dus mie Sarimi atau Sakura, jika dipakai harga grosir lebih murah dari harga tersebut diatas.

Kesimpulannya, bahwa ada dugaan kekurangan nominal bantuan berkisar Rp100.000-110.000/ KPM, sehingga jika dikalkulasi dengan Jumlah KPM seluruhnya sebanyak 39.000 KK, maka hasilnya 100.000 x 39.000= 3.900.000.000,- ( Tiga Miliar Sembilan Ratus Juta Rupiah). Jadi, diperkirakan kerugian negaranya mencapai Rp.3,9 miliar/ Periode. Jika direalisasi 2 periode maka totalnya mencapai Rp.3,9 Milyar x 2= Rp7,8 Miliar.

Warga mendesak aparat penegak hukum dalam hal ini Polda jabar untuk mengsut tuntas hingga keakar-akarnya, proses hukum siapapun yang terlibat didalamnya tanpa pandang bulu. (Abdulah)

Komentar