Kaum Perempuan Berhak untuk Maju

Daerah, Politik360 Dilihat

INILAHONLINE.COM, TEMANGGUNG – Calon wakil gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah menyatakan, kaum perempuan berhak untuk maju dalam berbagai bidang. Semangat itu menurutnya merupakan sebuah hal yang mutlak.

Hal itu disampaikan Ida saat memberikan orasi Harlah ke-68 Fatayat yang digelar Fatayat NU, Kabupaten Temanggung, Minggu (22/4). Ribuan peserta hadir dalam acara tersebut.

“Sejak awal berdiri, Fatayat memiliki tugas mencerdaskan masyarakat untuk kuatkan sumber daya manusia,” ujarnya.

Ida yang pernah menjadi ketua umum Fatayat tersebut menambahkan, dengan SDM yang mumpuni maka akan memajukan kaum perempuan di berbagai bidang.

“Jika perempuan pintar, sehat, dan kuat, maka keluarganya juga akan sama. Dari keluarga kemudian lingkungan sekitar, lalu kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional,” jelasnya.

Membangun insfratruktur, diakui Ida memang penting. Namun membangun SDM jauh lebih penting.

“Karena nanti hasil dari membangun SDM ini juga akan bisa untuk membangun infrastruktur,” sebutnya.

Jika diberi amanah menjadi wakil gubernur, Ida juga menegaskan akan mencurahkan semua tenaga dan pikiran untuk memajukan Jateng.

“Salah satunya adalah mengurangi angka kemiskinan. Sebab kemiskinan ini efek dominonya banyak. Karena kemiskinan, tingkat pendidikan rendah,” bebernya.

Kader Fatayat, jelas Ida, juga bisa memimpin organisasi pemerintahan. Saat ini, dirinya sedang diberi tugas untuk membuktikan hal tersebut.

“Teman-teman nanti juga bisa. Saat ini memang, saya mohon izin dulu untuk menjadi wakil gubernur. Nanti giliran sahabat-sahabat yang lain,” paparnya.

Organisasi Fatayat, kata Ida, sudah matang. Bahkan keberadaannya di Jawa Tengah, sudah sampai tingkat ranting. “Artinya melebihi parpol. Jadi Fatayat ini organisasi kuat,” tegasnya.

Di Temanggung, Ida menginap di salah satu kediaman Santoso, warga Desa Kentengsari, Kecamatan Candiroto.

Ida tiba di pemukiman yang berada di lereng gunung Sindoro itu, Minggu (22/4), setelah sejak Sabtu pagi melakukan perjalanan ke Rembang, Blora, dan Klaten.

Di Desa tersebut, Ida bisa menyapa dan berdialog banyak hal dengan warga setempat. Bagi Ida, apa yang disampaikan warga tersebut menjadi masukan yang berarti baginya.

“Memang kita harus perlu banyak mendengar apa yang menjadi aspirasi masyarakat,” tandasnya. (Suparman)

banner 521x10

Komentar