Syekh Abdul Shomad Sowan ke Mbah Moen, Ini Kata Gus Yasin

Berita, Jawa Tengah1158 Dilihat

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Setelah mendapat gelar menjadi Syekh Abdul Shomad dari Habib Luthfi bin Yahya, tokoh yang sempat tenar dengan panggilan UAS menemui Kiai Maimoen Zubair, Sabtu (9/2) di Rumah Dinas Wakil Gubernur Jateng, Jalan Rinjani Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen memberi sejumlah kesaksian pertemuan tersebut.

Syekh Abdul Shomad (SAS) tiba di kediaman Wagub Jateng yang akrab disapa Gus Yasin sekitar pukul 08.00 didampingi beberapa sahabatnya. Gus Yasin mengatakan pertemuan yang berlangsung satu jam tersebut berlangsung santai dengan beragam camilan namun penuh takzim layaknya pertemuan antara guru dan muridnya.

Sebelumnya, SAS telah menemui Habib Luthfi bin Yahya dan dibaiat di garis Tariqah Naqsabandiyah hingga akhirnya mendapat gelar syekh menggantikan sebutannya terdahulu, ustadz. Selain karena tokoh sepuh NU, niatan SAS menemui Mbah Moen, kata Gus Yasin karena silsilah keilmuan keluarganya sama dengan Mbah Moen.

“Sangat santai, meski Syekh Abdul Shomad lebih banyak mendengar Mbah Moen. Tujuan SAS minta sanad (silsilah) keilmuan dari Mbah Moen yang sampai kepada Rasulullah,” kata Gus Yasin, Minggu (10/2) di rumah dinasnya.

Saat menemui SAS, Mbah Moen, kata Gus Yasin banyak menyampaikan wawasan kebangsaan soal sejarah Indonesia dan Islam di Nusantara. Dari pondasi-pondasi hukum tanah air hingga masuknya Islam ke Indonesia melalui pulau Sumatera. Khusus sejarah keislaman, kata Gus Yasin, Mbah Moen mengatakan meski masuk dari Sumatera namun pesatnya perkembangan Islam justru ada di tanah Jawa.

“Sejarah ini yang oleh Mbah Moen agar dipahami siapapun. Karena kita harus menerima qadha dan qadar Allah, termasuk menerima kenyataan jasa Belanda pada terbentuknya negara ini,” katanya.

Saat disinggung adakah perbincangan politik terkini, Gus Yasin menegaskan tidak ada perbincangan politik praktis, namun politik kebangsaan dan keorganisasian. Karena dalam pertemuan itu kata Gus Yasin murni sebagai salah satu perjalanan spiritual SAS.

“Kan sudah lama beliau ingin ke NU, namun karena ada catatan-catatan dari teman-teman di NU, dan itu yang membuat beliau tidak bisa masuk. Tapi karena banyaknya teman beliau yang aktivis NU, akhirnya menjadikan beliau seperti ini. Kan sudah lama kita tidak mendengar ceramah beliau yang seperti dulu,” katanya.

banner 521x10

Komentar