Syekh Abdul Shomad Sowan ke Mbah Moen, Ini Kata Gus Yasin

Berita, Jawa Tengah2058 Dilihat

Usai pertemuan, kata Gus Yasin, SAS menyampaikan rasa syukurnya karena bisa bertemu Kiai Maimoen. Menurut SAS Kiai Maimoen memberikan pencerahan dan wacana berbeda. Begitu tawadhu dan rendah hati menyikapi perbedaan dan itulah yang membuat Syekh Abdul Shomad terkesan dengan Mbah Moen.

“Meski punya pemikiran berbeda, namanya orang kan pasti berubah. Nah sekarang sudah sama dengan kita, ya mari kita rangkul. Kalau itu baik ya harus kita terima. Bukan karena politik lima tahunan tapi untuk menjaga NKRI,” katanya.

Usai menemui Mbah Moen, safari Syekh Abdul Shomad berlanjut ke Jombang. Berkunjung ke kediaman Gus Sholahudin Wahid serta ziarah ke makam Gus Dur dan pendiri Nahdlatul Ulama, Kiai Bisri Syansuri.

Berikut penjelasan pengasuh Ma’had Al-Jami’ah Walisongo Semarang, KH Fadlolan Musyaffa melalui akun Facebooknya:

“Alhamdulillah Hadlrotus Syekh Maimoen Zubair, menerima silaturrahmi Syekh Abdus Samad (dulu UAS), satu jam diberikan manhaj metode ilmu tuwo dalam mengarungi perjalanan dakwah yg harus menghargai perbedaan. Perbedaan itu sunnatulloh, taqdir Allah yg pasti terjadi, makanya kita harus iman pada taqdir. Para ulama dahulu arif dan bijaksana dalam berdakwah seperti Wali Songo yg datang dari Arab masuk Indonesia, di mulai dari Aceh, Medan, Palembang, ya termasuk Riau, lalu masuk Jawa.

Syekh Maimoen, seakan memberikan maping peta dan kesabaran menitih karir dai yg rahmatan lil alamin. Termasuk iman taqdir adalah bersyukur pada Belanda yg menjajah kita. Barang siapa tidak bersyukur kepada Belanda maka tidak bersyukur kepada Allah. Allah menaqdirkan Belanda menjajah kita, dari situ kita bangkit merdeka, dan diberi tinggalan adanya hukum, sehingga kita menjadi aman layaknya negara yg berdaulat. Afrika, Arab dulu ada zaman perbudakan, lalu bangkit merdeka, Allah lah yg mengangkat derajat mereka. Inilah taqdir Allah.

banner 521x10

Komentar