oleh

UMKM Dompet Dhuafa Go Internasional, Kerupuk Kulit Sapi Ekspor ke Korsel

INILAHONLINE.COM, INDRAMAYU —Kamis (31/03) Dompet Dhuafa bersama PT Niaga Teknologi Indonesia, PT Sahabat Aba Indokor serta dukungan Dinas UKM Jawa Barat berhasil menyerap pasar Internasional dengan menerima ekspor ke Korea Selatan. Sebanyak 2.400 bungkus kerupuk kulit sapi atau dorodok dikirim ke Korea Selatan dalam memenuhi permintaan negara tersebut.Pada pelepasan ekspor perdana kerupuk kulit sapi ke Korea Selatan, turut dihadiri Yayat Supriatna selaku Sekretaris Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Dikdik perwakilan Dinas UKM Jawa Barat, Tata Sugiarta selaku Direktur PT Niaga Teknologi Indonesia serta Wina penggiat UMKM Indramayu.

“Alhamdulillah terima kasih banyak Dompet Dhuafa atas dukungan kepada UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) dalam mendorong pemberdayaan. Namun dalam menciptakan dan meningkatkan produk UMKM yang mendunia tidaklah mudah, harus banyak tahap dilalui salah satunya manajemen produk dari pengolahan yang higienis hingga mutu produk yang terjaga sehingga menjadi syarat mutlak dalam pemenuhan syarat ekspor. Mudah-mudah kita bisa terus memberdayakan UMKM yang ada di Jawa Barat, tentunya dari pemerintah bisa membantu proses pengurusan izin yang saat ini proses pengerjaannya bisa berbulan-bulan”, ujar Tata Sugiarta, selaku Direktur PT Niaga Teknologi Indonesia.

Di saat yang bersama Didik, perwakilan Dinas UKM Jawa Barat mengatakan, “Ini adalah langkah bagus kita setelah dua tahun pandemi dari dampak ekonomi yang menyerang sektor UMKM, saat ini kita memulai membangkitkan sektor UMKM dan langsung orbitkan sejumlah produk ke luar negeri salah satunya Korea Selatan. Dengan dukungan Dompet Dhuafa dalam pemberdayaan hingga menciptakan berbagai produk yang berkualitas ini menjadi langkah yang baik bagi perekonomian kita. Serta dapat menjadi contoh bagi UMKM dalam memenuhi pasar Internasional, meskipun langkah yang panjang dan sulit, tapi ketika ada kerjasama serta upaya kuat dari para penggiat UMKM, maka akan menciptakan produk-produk lokal Go Internasional”.

Tidak mudah dalam meraih pasar Internasional khususnya Korea Selatan, banyak syarat yang harus dilalui, selain itu pendampingan hingga dukungan dari Dompet Dhuafa dalam meningkatkan pemberdayaan UMKM sangat dibutuhkan, “Dompet Dhuafa terus berkomitmen untuk melakukan pemberdayaan melalui zakat produktif. Dengan bergulirnya zakat produktif diharapkan pemberdayaan dapat naik kelas sehingga penerima manfaat dari mustahik menjadi muzakki. Kami juga berharap berkolaboraksi dengan pemerintah daerah baik Kota maupun Kabupaten seperti yang dilakukan pada penggiat UMKM dari Indramayu saat ini, sehingga pelaku maupun penggiat UMKM lainnya di berbagai sektor bisa tumbuh dengan baik”, tutup Yayat Supriatna.(***)

banner 521x10

Komentar