oleh

Akibat Wabah Corona, PT KAI Batalkan Beberapa Pemberangkatan

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

PT Keteta Api Indonesia (KAI) 4 Semarang membatalkan beberapa kali perjalanan yang berlangsung sejak 26 Maret lalu, dengan diawali KA yang melintas di wilayahnya, baik dari Surabaya, Jakarta maupun Kutoarjo.

Beberapa perjalanan yang dibatalkan yaitu KA Sembrani keberangkatan pukul 21.45 tujuan Jakarta da keberangkata pukul 01.21 tujuan Surabaya. Selain itu, KA Guarang keberangkatan pukul 20.07 tujuan Jakarta dan keberangkatan pukul 22.45 tujuan Surabaya. Pemberangkatan tersebut akan berlangsung hingga 30 April 2020.

Humas PT KAI 4 Semarang Krisbiyantoro mengatakan, Pembatalan KA lain yang melewati Daop 4 Semarang bertambah, dimulai pada 1 April hingga 30 April 2020. Diantaranya Pembatalan KA Sancaka Utara yang melewati Stasiun Gambringan-Gundih untuk keberangkatan pukul 10.43 dari Gambringan-Gundih dengan tujuan Kutoarjo dan keberangkatan pukul 21.00 dari Gambringan tujuan Surabaya.

“Hal ini berlaku bagi KA Daop 4 Semarang, seperti Ambarawa Ekspres dari Semarang tujuan Surabaya PP, dengan keberangkatan, pukul 08.11 dari Semarang,”ungkapnya di Semarang, Jumat (3/4/2020).

Dijelaskan, pembatalan yang sama juga berlaku KA Blorajaya dari Semarang Poncol tujuan Cepu PP, keberangkatan pukul 19.06 Kaligung dari Semarang Poncol tujuan Tegal PP, keberangkatan pukul, 19.55 dari Poncol da Pukul 19,00 dari Tegal. Masih ditambah dengan sejumlah KA Lai nya, yaitu KA Argo Sindoro dan KA Tawang Jaya.

 

“Jadi khusus KA Kaligung hanya satu trip atau dua perjalanan KA saja yang dibatalkan. Hanya sebanyak empat trip atau delapan perjalanan KA Kaligung lainnya masih beroperasi. Karena itu, semua Pembatalan tersebut banyak wilayah yang sudah menerapkan isolasi mandiri di daerahnya sebagai upaya mengantisipasi covid-19, sehingga berdampak pada okupansi KA, “ujarnya.

Meski demikian, pihaknya mengharapkan para Kepala daerah di wilayah kerja Daop 4 Semarang, mulai dari Tegal sampai Cepu maupun ke arah Selatan sampai Gundih dapat melayabgkan surat kepada PT KAI terkait pembatasan mobilisasi orang yang masuk di wilayahnya melalui transportasi KA.

“Memang ada Kepala daerah yang melayangkan surat kepada Direktur Utama PT KAI untuk tidak mengoperasikan KA ke wilayah tertentu. Hal ini menjadi salah satu factor penting bagi PT KAI untuk mengambil langkah dalam pembatalan Pemberangkatan KA,” tuturnya.

Menurut Krisbiyantoro, dalam kaitan ini direksi PT KAI ( Persero) menerus kan Abraham dari Presiden Dan Menko Kemaritiman dan Investasi RI dalam rapat terbatas menyatakan, tidak ada Larangan untuk melakukan perjalanan menggunakan kereta api.

“Pemberlakuan itu hanya berlaku bagi Calon penumpang berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP). Diharapkan hal ini menjadi perhatian bersama dalam menyikapinya. Namun ada Pembatasan okupansi KA maksimal 50 persen dalam rangka menjaga jarak secara fisik (physical distancing) dengan sistem blok seat. Ini juga berlaku bagi penumpang yang ada hubungi sebagai pasangan, saudara dan keluarga,”pintanya.

(Suparman)

Komentar