oleh

Antara PKB dan NU Harus Sinergi Selalu Bersama

INILAHONLINE.COM, MAGELANG

Wakil Bupati Magelang, H. Edi Cahyana SE terpilih menjadi Ketua DPC PKB Kabupaten Magelang periode 2021 – 2026, menggantikan Drs Suwarsa, pada Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB, berlangsung di Graha Kartika Nawa Komplek Kantor PC NU Palbapang, Kota Mungkid, Sabtu (6/3 – 2021).

Muscab DPC PKB Magelang di masa Pandemi Covid – 19, dibuka Ketua Umum DPP PKB, Drs H Muhaimin Iskandar secara daring, bersamaan dengan Muncab PKB se Jawa Tengah. Dalam Muscab PKB Kabupaten Magelang, dikuti perwakilan 21 Dewan Pengurus Anak Cabang ( DPAC) PKB, Pengurus DPC dan Anggota FPKB DPRD Magelang.

Ketua DPC PKB Kabupaten Magelang, H Edi Cahyana SE menyatakan, PKB berpolitik dengan ahlaqulkarimah, yakni penempatan gambar Sembilan bintang pada lambang PKB, adalah bagian penting identitas NU dalam lambang NU.

“Ini menuntun kepada kita, bahwa secara spiritual (religius/ keagamaan) dan kultural (budaya) antara PKB dan NU harus selalu bersama dan beriringan. Alhamdulillah, semoga ini menjadi pertanda alam, kebersamaan yang semakin erat, kuat dan kompak antara PKB dengan NU,” kata Edi.

Karena Sembilan bintang, juga dapat dimaknai sebagai nilai, jiwa dan semangat perjuangan Wali Songo (Wali Sembilan). Hal ini memberi inspirasi bahwa PKB diharapkan dapat mengembangkan visi misi partai, dengan mengaca pada nilai, jiwa, dan semangat perjuangan para wali yang mengembangkan visi dan misinya dengan Ahlaqulkarimah.

Menurut Edi Cahyana yang juga Wakil Bupati Magelang tersebut, secara organisatoris juga mengandung sembilan nilai yang harus diperjuangkan, dan dikembangkan dalam PKB, yaitu kemerdekaan, keadilan, kebenaran, kejujuran, kerakyatan, persamaan, kesederhanaan, keseimbangan, dan persaudaraan.

Partai berlambang bola dunia dengan Sembilan bintang tersebut, memang berbasis di pedesaan, namun merupakan peluang dan potensi besar yang memberikan dukungan terhadap partai yang didirikan oleh Presiden ke 4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Maka untuk menjawab perkembangan jama, pengelolaan PKB perlu dipadu dengan manajemen modern dan kebersamaan dengan seluruh elemen.

Jadi, lanjut Edi, PKB harus bersinergi dengan NU dan elemen masyarakat lainnya menjadi tonggak untuk membesarkan partai mengembalikan kejayaan PKB tahun 1999. Untuk dapat menghasilkan kemaslahatan yang lebih besar dan lebih luas, maka pembagian tugas yang jelas serta kebersamaan semua lini menjadi sebuah keniscayaan.

“Mari kita bersama sama-sama untuk bangun kecerdasan kolektif , karena untuk meraih cita-cita secara kolektif, harus diihtiari secara kolekrif, membangun silaturrahmi untuk saling mendukung dan menjalin komunikasi yang baik,” pinta Edi Cahyana. (ali subchi)

Komentar