Balai Besar Wilayah Sungai akan Bangun Bendungan Karet Banjir Kanal Barat dengan Anggaran Rp148 Miliar

Daerah985 Dilihat

InilahOnline.com (Semarang-Jateng) – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana menurut rencana akan memulai pembangunan bendung karet di sungai banjir kanal barat (BKB) dalam waktu dekat ini. Meski sekarang ini proyek tersebut, baru tahap persiapan yang meliputi pengurukan.

Kepala BBWS Pemali Juana, Ruhban Ruzziyanto mengatakan, bendungan itu nantinya berfungsi sebagai penahan intrusi air laut dan menjaga debit air, serta mendorong flashing sedimen sungai.

”Pembangunan bendung karet BKB konsepnya adalah bendungan bergerak. Bendungan ini berfungsi sebagai penahan intrusi air laut dan menjaga debit air,”kata Ruhban di Semarang, Minggu (28/1/2018).

Menurut dia, pembangunan yang akan dikerjakan saat ini baru tahap persiapan meliputi pengurukan dan pembersihan. Pembebasan lahan tidak ada, karena kegiatan pembangunan ini dilakukan di lahan milik kita sendiri. ”Pekerjaannya nanti separuh dulu di salah satu sisi,”katanya.

Ia mengatakan, pembangunan bendung ini diperkirakan akan menelan anggaran Rp 148 miliar. Nantinya bendungan itu juga akan dimanfaatkan sebagai sarana rekreasi dan wisata air.

”Kontrak pengerjaan proyek pembangunan bendung karet BKB tersebut, telah dilakukan sejak November 2017 lalu,”paparnya.

Menurutnya, proyek tersebut dikerjakan oleh kontraktor PT Adhi Karya dan Minarta. Sesuai kontrak, pembangunan akan selesai pada Desember 2019. Apalagi Kota Semarang masih kekurangan tempat wisata.

”Jadi nanti air sungai BKB di atasnya bendungan tersebut, bisa dimanfaatkan sebagai tempat wisata air. Misalnya perahu, sekoci, latihan dayung, dan seterusnya,”paparnya.

Namun demikian menurutnya, tidak menutup kemungkinan dilakukan percepatan pembangunan. Hal itu agar setiap pembangunan segera selesai dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

”Bendung karet nantinya juga sebagai long storage untuk penahan air. Terutama ketika musim kemarau, agar Sungai Banjir Kanal Barat itu tetap ada genangan air,”tuturnya.

Bendung karet BKB ini, lanjut dia, terletak kurang lebih 100 meter dari hulu, sebelum jembatan ringroad utara, atau dekat gereja Katolik Hati Kudus Tanah Mas, Jalan Kokrosono. Namun secara fisik, nantinya bendung karet ini berbentuk melintang di sungai BKB.

”Bendung ini nantinya bisa digelembungkan dan dikempiskan menggunakan teknologi. Kalau diperlukan bisa digelembungkan menggunakan udara.Jadi bendungan ini menggunakan karet dilapisi plat baja, agar tidak mudah bocor,”paparnya.

Ia menambahkan, jika saat terjadi hujan dan debit air tinggi, maka bendungan tersebut dikempiskan. Namun saat musim kemarau dan debit air rendah, maka bendung karet digelembungkan. ”Jadi bendung karet ini bisa menampung air hingga ketinggian tiga meter dari dasar sungai,”tandasnya.(Suparman)

banner 521x10

Komentar