oleh

Bapenda Subang Optimis Realisasikan Target Pendapatan Rp 473 Miliar

INILAHONLINE.COM, SUBANG

Untuk mengoptimalkan target pendapatan daerah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Subang, Prov.Jawa Barat yang mempunyai target setoran pajak sebesar Rp 473 Miliar dari total APBD TA 2019 sebesar Rp 3,120 Triliun optimis bisa tercapai.

Lembaga yang belum lama dibentuk ini, punya cara jitu dalam upaya merealisasikan target yang harus dicapaidengan berbagai upaya dilakukan.
Kepala Bapenda Subang Dadang Kurnianudin mengaku optimis bisa merealisasikan sesuai target meski baru mulai di tahun perdana 2019 ini.

Dirinya sudah mempersiapkan langkah- langkah khusus, mulai dari menerapkan regulasi yang berkaitan dengan peningkatan daerah, menggali potensi, peningkatan kapasitas SDM hingga mengambil langkah membuat Mou antara Bupati dengan Kejaksaan, Kantor Pertanahan dan kantor Pelayanan Pajak Pratama.

“Kami terus mengkaji dan mempelajari regulasi- regulasi kaitan dengan strategi meningkatkan pendapatan daerah. Selanjutnya melihat potensi-potensi yang bisa menambah income daerah di Kabupaten Subang serta melakukan perbandingan dengan tahun sebelumnya,” ujarnya, Senin lalu di kantornya.

Lebih lanjut Dadang mengatakan, bahwa sejauh ini, Bapenda Subang sudah mencapai 45 persen dari target yang sudah ditetapkan. “Kita optimis bisa mewujudkannya,” jelasnya.

Selain itu, Bapenda Subang terus meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM)-nya untuk meningkatkan kemampuan kinerja lembaga. Hal itu guna mempermudah langkah- langkah strategis yang akan diambil.

“Langkah lain juga kita sudah ada MoU antara Bupati dengan kantor pertanahan, dan dengan kejaksaan. Sekarang sedang disusun MoU dengan Kantor Pelayanan Pajak,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Penagihan Bapenda Subang Tian sebagaimana disampaikan Kepala Subid Penagihan PBB Dadan Ginanjar mengungkapkan, upaya-upaya mengoptimalkan penarikan pajak PBB dengan melakukan verifikasi subjek dan objek oleh petugas kolektor.

“Verifikasi yang kami lakukan untuk memutakhirkan data objek pajak. Baik kondisi, status kepemilikan dan piutang objek pajak,” jelasnya saat ditemui di kantornya.

Selanjutnya kata Dadan verifikasi tersebut dilakukan karena berkemungkinan adanya perubahan kepemilikan objek pajak atau yang belum tertagih. “Atau bahkan ada yang tertagih dua kali,” imbuhnya.

Verifikasi dilakukan di tiga wilayah, yaitu di Kecamatan Cisalak meliputi 11 Desa, Kecamatan Subang dan daerah lainnya. “Dengan data yang mutakhir kita berharap optimaslisasi perolehan PBB bisa tercapai,” katanya.

Dadan menambahkan bahwa target perolehan PBB ialah sebesar 60 milyar rupiah dengan potensi sebesar 86 milyar rupiah.

“Untuk mengejar itu, ‘kan kita perlu data yang mutakhir supaya hasilnya benar-benar optimal,” imbuhnya lagi.

Mengenai optimalisasi perolehan pajak, pihaknya juga menggelar “Pekan Panutan Pajak” yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Subang selama seminggu hari kerja beberapa waktu lalu. Kegiatan itu bahkan mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak termasuk Bupati dan Wakil Bupati Subang yang turut memanfaatkannya.

Untuk mempermudah pembayaran PBB bagi Wajib Pajak (WP), kata dia selain dapat dibayarkan di Bank BJB kini pembayaran bisa dilakukan di Alfamart ataupun secara online baik di Tokopedia ataupun Bukalapak. “Ini upaya serius kami mempermudah WP dalam pembayaran PBB. Jadi WP bisa menunaikan kewajibannya kapan pun dan di manapun,” pungkasnya.

Sementara Kasubid Penagihan Bea Peraliahn Hak atas Tanah dan Bangunan ((BPHTB) Rini Novianti,S.Sos.MM membeberkan, bila penarikan pajak BPHTB tahun ini optimis bisa tercapai.

“Tahun anggaran kemarin saja dari target Rp.51 Milyar bisa melampaui target yakni 107,18 % atau sebesar Rp.54.675.579.616,-“ ujarnya.

Upaya langkah-langkah untuk mencapai target, lanjut Rini dengan menghadapkan kedua belah pihak untuk dikorfirmasi terkait dengan transaksi peralihan haknya. Apabila diketahui antara harga pasar lebih tinggi dibanding NJOP maka yang dikenai BPHTBnya sesuai ketentuan adalah harga pasar. Sementara bila diketahui transaksi peralihan haknya diketahui harga transaksi antara pasar lebih murah dibanding NJOP maka yang pakai nilai NJOP. Ibmuhnya.

Hingga saat ini dari target sebesar Rp.60 Milyar sudah tercapai 43% atau sebesar Rp.25.816.256.237,-. Pungkasnya.

(Abdulah)

Komentar