oleh

Bayar Pajak Kendaraan Anda, STNK Mati 2 Tahun, Kendaraan Bakal Diblokir

INILAHONLINE.COM, JAKARTA

Polri mulai memberlakukan aturan penghapusan registrasi dan identifikasi (Regident) kendaraan bermotor yang pajak STNK-nya mati 2 tahun. Sehingga tidak bisa diperpanjang lagi.

Kasi STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Martinus Aditya mengatakan, kebijakan itu sesuai dengan Peraturan Kapolri No. 5 Tahun 2012 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor.

“Pasal 1 ayat 17, Penghapusan Regident Ranmor adalah bentuk sanksi administratif bagi pemilik Ranmor yang tidak melakukan registrasi ulang atau memperpanjang masa berlaku STNK sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun sejak masa berlaku STNK habis berdasarkan data Regident Ranmor pada Polri,” jelas Martinus, Jumat (30/10/2020).

Menurut Martinus, berdasarkan Pasal 110 ayat 1 Perkap No. 5 Tahun 2012 itu, kendaraan bermotor yang telah diregistrasi dapat dihapus dari daftar registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor. Dasar penghapusan dalam aturan itu:

a. permintaan pemilik Ranmor;
b. pertimbangan pejabat Regident Ranmor; atau
c. pertimbangan pejabat yang berwenang di bidang perizinan penyelenggaraan angkutan umum.

Jika telah dihapus, nantinya kepolisian akan memberikan cap “DIHAPUS” pada Kartu Induk dan Buku Register pada Regident Ranmor Kepemilikan dan Pengoperasian Ranmor, pada pangkalan data komputer, serta pada fisik BPKB dan STNK Ranmor yang dihapus.

“Registrasi kendaraan bermotor yang sudah dinyatakan dihapus tidak dapat diregistrasi kembali,” tegasnya.

Namun, Martinus menegaskan kebijakan STNK mati dua tahun bakal kena blokir ini belum sepenuhnya berlaku. Pihaknya baru melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Terkait adanya informasi tentang penghapusan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor tersebut bahwa penerapannya untuk saat ini masih dalam tahap sosialisasi kepada masyarakat. Kami menunggu petunjuk pelaksanaan lebih lanjut dari Korlantas Polri,” tandasnya. (Dar)

Komentar