oleh

Bupati Magelang Zaenal Arifin S.IP: Wisata Berbasis Pedesaan Mampu Menggerakkan Ekonomi Desa

INILAHONLINE.COM, MAGELANG — Pariwisata merupakan salah satu sektor strategis, karena memiliki peran dan kontribusi dalam membangun perekonomian nasional maupun daerah. Bahkan pariwisata bagian pokok dari kebutuhan, atau gaya hidup manusia yang merambah ke pedesaan yang menawarkan keindahan alam yang dimiliki desa.

“Jadi, pengembangan wisata berbasis pedesaan, mampu menggerakkan aktivitas ekonomi desa,” kata Bupati Magelang, Zaenal Arifin S.IP dalam sambutan disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga, Slamet Ahmad Husen, dihadapan 40 orang pelatihan pengelolaan desa wisata, di Grand Artos Magelang, Senin (23/8 – 2022).

Pelatihan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Pelayanan Pariwisata, dan Pengelolaan Desa Wisata Kabupaten Magelang, berlangsung tiga hari, yakni Senin – Kamis (23 – 25 Agustus 2022), di Grand Artos Magelang, dilaksanakan Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang.

Ada tujuh kegiatan pelatihan, meliputi Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata. Pelatihan Tata Kelola Bisnis dan Pemasaran. Pelatihan Digitalisasi Branding Pemasaran dan Penjualan Desa Wisata, Kuliner, Souvenir, Fotografi. Pelatihan Pengelolaan Toilet di Destinasi Pariwisata. Pelatihan Pengelolaan Homstay/Pondok Wisata. Pelatihan Pemandu Ecowisata dan Pelatihan Kepemanduan Arung Jeram Tahun 2022.

Menurut Bupati Zaenal Arifin, kegiatan pelatihan desa wisata, diharapkan citra pariwisata di Kabupaten Magelang sebagai destinasi pariwisata yang aman, nyaman dan berdaya saing yang terus dibangun melalui berbagai cara, sehingga pencitraan positif akan terus terangkat, dan terinformasikan secara luas, untuk mendorong wisatawan memiliki minat dan motivasi berkunjung di Kabupaten Magelang.

“Saya memandang, kegiatan pelatihan ini, menjadi satu sarana yang menggugah, membangkitkan serta memotivasi para pelaku pariwisata untuk dapat tumbuh, dan berkembang secara optimal dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, sekaligus jadi media memperkenalkan potensi daya tarik wisata di Kabupaten Magelang,” jelas Zaenal Arifin.

Pelatihan ini, untuk meningkatkan dan dikembangkan potensi yang ada, kapasitas dan partisipasi masyarakat melalui pembangunan kepariwisataan. Tingkatkan motivasi dan kemampuan dalam mengenali dan mencintai pariwisata desa setempat. “Kegiatan pelatihan ini, jangan hanya formalitas saja. Lakukan sebaik mungkin, agar peserta punya jiwa wirausaha dibidang pariwisata,” pinta bupati.

Kepala Disparpora Kabupaten Magelang, Slamet Ahmad Husen menambahkan, nantinya dengan pelatihan ini diharapkan ada kesinambungan disetiap destinasi pariwisata di Kabupaten Magelang, yakni wisata alam kawasan Sumbing Telomoyo, Merapi Merbabu, kawasan Bukit Menoreh.

“Pelaku wisata di Kabupaten Magelang, agar bisa berkesinambungan dan saling mendukung setiap apa yang dilakukan dapat meningkatkan semangat yang endingnya meningkatkan ekonomi warga,” jelasnya.

Sementara itu, Drs A.D Edi Suharto M.Pd melaporkan, tujuan kegiatan ini dasarnya adalah Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Nomor 4 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Nonfisik Dana Pelayanan Kepariwisataan Tahun Anggaran 2022.

Peserta pelatihan berasal dari para pengelola desa wisata di Kabupaten Magelang, dan setiap peserta pelatihan mengundang 40 orang dari pelaku pariwisata, maupun pelaku wisata ekonomi kreatif, serta pemandu ecowisata dan arung jeram. (ADV)

banner 521x10

Komentar