Catatan Seorang Veteran Pasukan Perdamaian PBB  Kontingen Garuda VIII/UNEF di Sinai 1978-979

Tak Berkategori58 Dilihat
Veteran Pasukan Perdamaian PBB (Garuda VIII/UNEF, Sinai 1978–1979), Sudadi. (Foto : Istimewa)


INILAHONLINE.COM – JAKARTA – Seorang Parjurit Veteran Pasukan Perdamaian PBB Kontingen Garuda VIII/UNE di Sinai 1978–1979 berkesempatan menceritakan pengalamannya kepada Piya Hadi, Jurnalis inilahonline.com, Rabu (8/4/2026)

Dalam penugasannya di Semenanjung Sinai yang masuk dalam wilayah negaraMesir, secara geografis wilayah ini berbentuk segitiga terletak di benua Asia (bagian timur laut Mesir), yang menghubungkan benua Afrika dan Asia.

Adapun wilayah semenanjung Sinai berbatasan dengan Laut Tengah di utara, Laut Merah di selatan, Terusan Suez di barat, serta Israel dan Jalur Gaza di Timur
 
Awal cerita bermula ketika dari Lebanon Selatan ada tiga prajurit Indonesia gugur dalam tugas di bawah United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Nama-nama mereka disebut Mayor Anumerta Inf. Zulmi Aditya Iskandar. Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon.
 
Namun setelah kabar itu lewat, kita sering berhenti hanya pada duka yang mendalam saja, padahal ada pertanyaan yang lebih dalam, apa sebenarnya yang mereka lakukan di sana?
 
Indonesia tidak tiba-tiba berada di wilayah konflik seperti Lebanon. Jalan itu telah dibuka sejak 1957, ketika bangsa dan negara kita ini mengirim Kontingen Garuda ke Mesir dalam misi United Nations Emergency Force (UNEF). 
 
Sejak itu, ribuan prajurit datang dan pergi, menapaki jalur yang sama jalur yang jarang disorot, tetapi tidak pernah benar-benar sepi. Mereka bukan pasukan yang dikirim untuk menaklukkan.
 
Mereka hadir untuk berdiri di antara dua pihak yang saling curiga, menjaga jarak agar kemarahan tidak berubah menjadi perang.
 
“Saya pernah berada di jalan itu. Tahun 1978–1979, di Sinai, di sebuah zona penyangga antara Mesir dan Israel. Hamparan pasir luas yang masih menyisakan ranjau, pos jaga yang sunyi, dan malam yang terasa panjang,” kenangnya.
 
Menurutnya, sebagian dari kami waktu itu masih mahasiswa anggota Resimen Mahasiswa (menwa) yang direkrut dalam dua gelombang untuk memperkuat Kontingen Garuda VIII. “Kami datang dengan semangat, tetapi belum sepenuhnya memahami arti dari tugas itu,” ujar Sudadi yang biasa dipanggil Dadik
 
Di sana, tidak ada gemuruh perang. Justru yang ada adalah kesunyian yang menuntut kewaspadaan tanpa henti. Dan di tempat itulah kami belajar sesuatu yang sederhana, tetapi tidak ringan yaitu, menjaga damai jauh lebih sulit daripada berperang.

Pasukan perdamaian sering disalahpahami. Mereka membawa senjata, tetapi bukan untuk menyerang. Mereka berada di wilayah sengketa, tetapi tidak boleh berpihak. Mereka harus tegas, tetapi tetap manusia. Harus waspada, tetapi tetap dekat denganLebih lanjjut, peia asal semarng yang pernah jadi wartawan itu menceritakan, mungkin itu sebabnya di banyak wilayah konflik, pasukan Indonesia justru dikenang, karena sikapnya. Bahkan anak-anak disana,  berani mendekat dan warga lokal tidak segan menyapa pasukan perdamaian dari Indonesia yang dikenal ramah dan humanis

 Pasukan perdamaian kita ini tidak hadir sebagai ancaman, tetapi sebagai harapan. Namun di balik itu, risiko tidak pernah benar-benar hilang. Apa yang terjadi beberapa hari lalu di Lebanon adalah pengingat yang nyata.
 
Bahwa di balik tugas yang sering disebut “misi perdamaian”, selalu ada kemungkinan yang paling berat. Mereka berangkat dengan niat menjaga kehidupan.Tetapi juga harus siap menghadapi kematian.
 
“Selama ini, kita sering mengira perdamaian adalah keadaan, adahal, mereka adalah pekerjaan yang tidak pernah selesai,” tuturnya
 
Sejak 1957, dari Mesir, Sinai, hingga hari ini di Lebanon Selatan, selalu ada anak-anak bangsa yang berdiri di garis it garis yang tidak terlihat oleh kita, tetapi menentukan banyak hal.
 
Kita mungkin tidak mengenal mereka dan tidak tahu bagaimana mereka berjaga di malam hari, atau bagaimana mereka menahan rindu pada keluarga di tanah air. Yang kita tahu hanya ketika mereka gugur.
 
“Disitulah kita seharusnya tidak berhenti. Karena jika kita berhenti hanya pada kabar duka, maka pengorbanan itu akan berlalu seperti berita biasa datang, lalu hilang,” kenang Dadik saat bertugas menjadi pasukan.
 
Ia mengungkapkan, bahwa jalan sunyi itu tidak pernah kosong. Selalu ada yang berjalan ke sana—ke tempat yang justru dihindari banyak orang.  Mereka tidak mencari kematian. Tetapi mereka tahu, risiko itu selalu menyertai.
 
Dan mungkin, inilah yang harus kita pahami sebagai bangsa: perdamaian dunia, yang sering kita anggap biasa, sesungguhnya berdiri di atas kesediaan orang lain untuk mempertaruhkan hidupnya.
 
“Jika hari ini kita masih bisa hidup tanpa dentuman perang, maka di suatu tempat di Lebanon, di Afrika, atau di sudut dunia lain ada prajurit Indonesia yang sedang berjaga, diam-diam memastikan semua itu tetap terjadi,” ungkapnya
 
“Dan ketika mereka gugur, yang seharusnya gugur bukan hanya tubuh mereka, tetapi juga kelupaan kita,” ujar Sudadi salah satu Veteran Pasukan Perdamaian PBB Kontingen Garuda VIII/UNEF, di Sinai 1978–1979, yang kini ini juga tercatat sebagai Pengurus Pusat Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI).
 
 
Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan
 
Prajurit TNI gugur di Lebanon telah dimakamkan, Panglima TNI Pimpin Upacara di Bandung. Tiga prajurit TNI yang gugur saat mengemban tugas sebagai anggota pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon telah dimakamkan di Taman Makam di daerahnya masing-masing

Mayor Anumerta Zulmi Aditya Iskandar dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Bandung. Sementara dua prajurit lainnya dimakamkan di Magelang, Jawa Tengah, dan Kulonprogo, Yogyakarta.

I”bu Pertiwi berduka atas gugurnya tiga prajurit terbaik bangsa tersebut saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon,” kata Panglima TNI, Jenderal Agus Subianto

Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, menjadi inspektur upacara dalam pemakaman Mayor Anumerta Zulmi Aditya Iskandar di TMP Cikutra, Kota Bandung, Jawa Barat.

Panglima mengungkapkan, Mayor Zulmi merupakan salah satu prajurit terbaik dalam menjalankan misi perdamaian di Lebanon.. (PH)

banner 521x10

Komentar