Cuaca Ekstrim, Ganjar Dirikan Posko Bencana Terpadu

Berita, Jawa Tengah255 Dilihat

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Menghadapi cuaca ekstrem 2020, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendirikan Posko Terpadu Siaga Banjir. Posko yang di tempatkan di Wisma Perdamaian itu guna untuk mengurangi resiko bencana.

Bukan hanya bersifat informatif, posko terpadu tersebut juga akan selalu mengapdet dan validasi data kondisi terkini di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah. Selanjutnya, untuk menentukan langkah-langkah penanganan yang harus diambil. Baik di masinh-masing SKPD maupun secara kolektif.

“Posko ini, Pak Mendagri minta untuk ada posko khusus. Sebenarnya back up kalau harian sudah ada di BPBD. Karena mungkin cuaca dua bulan cukup ekstrim dan beberapa hari ke depan dimungkinkan sangat ekstrim, kita diminta lek-lekan (siaga),” ujar Ganjar, Kamis (9/1/2020)

Ia pun menunjukkan data kondisi cuaca di Jawa Tengah, ada sejumlah daerah yang diprediksi mengalami curah hujan ekstrim. Yakni curah hujan mencapai 500 mm.

“Kalau kita lihat ini ada yang berwarna hijau pekat. Ini menunjukkan ekstrim curah hujan diprediksi sampai 500 mm,” paparnya.

Dilanjutkannya, di sini informasi akan diolah untuk segera ditindaklanjuti. Terutama berkomunikasi dengan kabupaten/kota supaya segera ada antisipasi maupun penanganan.

“Meskipun kita tidak bisa presisi tapi kita dapat mengantisipasi secara optimal. Juga segera bisa halo-halo warning ke kades, camat dan bupati. Sebenarnya (posko) fungsinya mengurangi resiko bencana. Mendeteksi awal, informasi ini kita bisa cepat akan bisa mengantisipasi,” terang dia.

Pj Sekda Provinsi Jawa Tengah, Herru Setiadhi menjelaskan bahwa posko terpadu tersebut merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam sigap tanggap dalam mengantisipasi bencana.

“Posko terpadu ini betul-betul kinerja antar SKPD. Bahkan bukan hanya Pemprov Jateng, tapi juga yang lain seperti Badan Pengelola Transportasi Darat, ini kan dari kementrian,” jelasnya.

Posko terpadu ini nantinya selain validasi data kondisi cuaca, informasi juga untuk mengambil langkah-langkah yang harus segera dilakukan.

“Kalau ada kejadian dengan kesiapsiagaan dapat memberikan solusi, mendorong adanya logistik bantuan kalau memang diperlukan, juga mengapdet data,” beber Herru.

Pada prinsipnya, data dan informasi yang ada akan dikomunikasikan dengan pemerintah kabupaten/kota supaya ada penanganan dan antisipasi secara cepat.

“Tujuannya memberikan ketenangan, kenyamanan, kepastian bahwa pemerintah itu hadir,” pungkasnya.

(Suparman)

banner 521x10

Komentar