oleh

Destinasi Terus Bertambah, Kota Semarang Miliki Wisata Baru Masjid Kapal Pesiar yang Megah

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Perkembangan destinasi Kota Semarang semakin hari semakin terus bertambah, Selain tempat tempat srategis mengandung unsur sejarah,yang letaknya di tengah kota seperti kawasan heritage Kota lama, Museum Kereta Api, Museum Mandala Bhakti, Museum Ronggowarsito, Pagoda dan lain lainnya. Kali ini ada satu destinasi wisata menarik, setelah masjid berbentuk kapal pesiar megah berdiri di bukit Politeknik Bumi Akpelni Semarang diresmikan.

Masjid dengan bentuk kapal pesiar yang berdiri dengan megah setinggi 21 meter itu, dibangun oleh Politeknik Bumi Akpelni Semarang berdiri menghadap ke barat atau arah kiblat. Selain memiliki keunikan dan nilai budaya rohani terdapat daya tarik tersendiri yang juga unik, karena ketika matahari berangsur-angsur senja saat mentari terbenam, suara adzan berkumandang ratusan orang berbondong-bondong masuk ke dalamnya untuk melaksanakan shalat jemaah.

Masjid yang didesain dengan menyajikan lanskap Kota Semarang, yang lebih menarik karena berdiri di atas bukit. Dengan berdirinya masjid ini maka dengan menambah satu lagi destinasi wisata masjid bagi Kota Semarang, dari sebelumnya masjid dengan desain kapal seperti Bahtera Nabi Nuh AS juga telah dibangun lebih dulu di kawasan Kelurahan Pedorejo, Nagaliyan Semarang.

”Masjid yang dibangun dengan mirip dengan kapal itu, kini setiap harinya mampu menyedot ratusan wisatawan setiap liburan,”ujar Soenarto petugas Masjid tersebut.

Menurutnya, Masjid kapal pesiar megah itu dinamai dengan Masjid Haji Soenarto, karena nama warga yang menyumbang donasi terbesar pembangunan tempat ibadah itu, menelan biaya senilai Rp 10,9 miliar itu.

”Pembangunan masjid pesiar itu memakan waktu 13 bulan, terdiri dari empat lantai. Lantai pertama hingga ke tiga digunakan untuk tempat ibadah, sedangkan lantai keempat adalah anjungan yang dibuat detail menyerupai kapal asli,”ujarnya.

Ia menjelaslan, Kapal pesiar yang dilengkapi dengan roda kemudi, ruang navigasi, jendela bahkan detail-detail peralatan di kamar radio benar-benar bisa digunakan layaknya kapal sesungguhnya. ”Jadi Masjid dengan bentuk kapal pesiar ini, benar-benar dilengkapi dengan fasilitas seperti layaknya kapal pesiar sesungguhnya,”paparnya.

Soenarto mengatakan, selain digunakan untuk ibadah, masjid kapal pesiar ini pada lantai empati dibangun menyerupai aslinya, agar bisa juga digunakan taruna Pliteknik Bumi Akpelni untuk proses belajar mengajar.
Masjid kapal pesiar megah yang diresmikan Kamis malam (12/9/2019) ini , semakin melengkapi destinasi wisata di wilayah Kota Semarang dan satu-satunya masjid kapal yang terbesar di Jawa Tengah.

“Saya sengaja menginginkan bangunan masjid berbentuk kapal pesiar ini, dibangun di kompleks lingkungan kampus Akpelni yang merupakan pusat pendidikan pelayaran,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Masjid Achmad mengatakan, masjid itu ke depan juga akan dibuka untuk umum dan sebagai kunjungan wisata edukasi yang mengandung nilai-nilai Islami.

”Dengan destinasi wisata masjid kapal pesiar di atas bukit itu, bisa menunjukkan bahwa Kota Semarang adalah salah satu pusat maritim di Indonesia,”ujarnya.

Namun demikian, tambhnya, kalau dirunut sejarahnya, Belanda dahulu membangun pendidikan pelayaran di Indonesia hanya dua, yaitu di Makassar dan Semarang. ”Oleh karena itu, masjid kapal ini kami harapkan bisa memperkuat ikon Semarang sebagai pusat maritim,” pungkasnya.

(Suparman)

Komentar