oleh

Dewan Masjid Indonesia Kutuk Keras Peristiwa Wanita Bawa Masuk Anjing ke Masjid di Sentul

INILAHONLINE.COM, JAKARTA

Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengutuk keras peristiwa seorang wanita pembawa anjing dengan menggunakan alas kaki masuk ke dalam masjid dan menjadi viral di media sosial. Ketua Harian Dewan Masjid Indonesia (DMI), H Syafruddin meminta kasus tersebut harus diproses secara transparan.

“Saya selaku Ketua Harian DMI mengutuk keras perbuatan itu. Apapun alasannya, apapun latar belakangnya,” kata Syafruddin saat melakukan konferensi pers di kantor DMI, Jakarta, Senin (1/7/2019).

Mantan Wakapolri tersebut menegaskan, bahwa yang dikutuk oleh DMI adalah peristiwa seorang wanita yang membawa anjing dan menggunakan alas kaki masuk ke dalam masjid. Syafruddin menyampaikan, DMI tidak mengutuk individu yang bersangkutan.

“Yang Dewan Masjid Indonesia kutuk adalah peristiwanya. Apapun yang terjadi tentang pelakunya silakan diungkap,” ucap Syafruddin.

Seperti dilansir laman Republika, pada Ahad (30/6), seorang wanita berinisial SM (52) memasuki Masjid Al Munawaroh Sentul, Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat. Ia masuk masjid sembari membawa anjingnya dan menggunakan alas kaki serta ngamuk-ngamuk di dalam masjid kepada dua orang lawan bicaranya. Ia menuding pihak masjid akan menikahkan suaminya pada siang itu.

Ketua Harian DMI Syafruddin mendorong agar aparat kepolisian, penegak hukum, maupun MUI untuk segera mengambil sikap. Agar tidak berlanjut dan menghentikan kegaduhan di masyarakat.

“Saya minta kasus tersebut dapat ditangani secara transparan, terbuka, tidak ada yang ditutup-tutupi. Dan media dibebaskan untuk mengakses,” pintanya.

Diakui Syafruddin, dirinya telah berkoordinasi dengan Kapolres Bogor. Ia mendapatkan keterangan, SM dan suaminya telah ditahan. Proses pemeriksanaan belum dapat dilanjutkan karena yang bersangkutan masih mengalami gangguan. “Saat ini sedang dilakukan konseling di Rumah Sakit Polri Kramat Jati,” katanya.

Tidak hanya itu, Syafruddin juga telah berkoordinasi dengan RS Polri Kramat Jati. Syafruddin meminta agar pihak rumah sakit terbuka dalam menyampaikan informasi dan data. Khususnya jika terdapat ormas Islam ataupun pers yang menanyakan hal tersebut.

Ketua Harian DMI yang juga sebagai Menpan-RB itu mengimbau agar masyarakat untuk tenang. Jangan menjadikan peristiwa tersebut sebagai ajang perdebatan. Ia meminta masyarakat umat Islam untuk bersabar.

“Umat Islam sedang diuji kesabarannya oleh Allah SWT. Banyak kejadian-kejadian atau peristiwa penting di belahan dunia yang menggambarkan bahwa umat Islam sedang diuji, terutama kesabarannya,” tandasnya.

(Red)

Komentar