oleh

Di Tengah Pandemi Covid-19, Disnakaer Kabupaten Bogor Siap Menjadi Mediator Perselisihan Buruh Dengan Perusahaan

INILAHONLINE.COM, CIBINONG

Dimasa pandemi Corona Virus Disease (Covid)-19 ini, banyaknya permasalahan pekerja atau buruh di kabupaten Bogor yang menonjol. Khususnya mengenai maraknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak oleh perusahaan dengan dalih, penghasilan perusahan menurun drastis.

“Semua permasalahan para buruh saat ini di kabupaten bogor lebih ke ke HK sepihak dan pemotongan gaji 10 sampai 20 persen, bahkan ada yang lebih. Keluhan dari para buruh yang ada di kabupaten Bogor saat ini di terima oleh Dinas Tenaga Kerja kabupaten bogor, “ kata Kepala Bidang Perselisihan Hubungan Industrial (Kabid PHI) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor, Budi Mulyana kepada inilahonline, Senin, (21/9/2020)

Menurutnya, saat ini banyak permasalahan di DIsnaker kabupten Bogor, karena banyaknya keluhan dari para buruh dan serikat buruh yang mewakili para buruh di perusahaan di kabupaten Bogor. Namun demikian, pihaknya masih menganggap hal ini wajar karena saat ini sedang ada wabah Covid -19 dan hal ini bukan hanya di kabupaten Bogor saja, tetapi efenya sudah sampai global (dunia-red).

Sementara itu, hal senada juga dikatakan Kepala Seksi PHK Disnaker Kabupaten Bogor Iif Rifanudin, mengenai banyaknya keluhan dari para buruh, terutama terkait masalah PHK dari perusahaan, pihaknya selalu terbuka untuk menjadi penjembatan atau mediator para buruh, akan tetapi mereka harus menyampaikan surat resmi kepada Disnaker, sehingga atas surat tersebut kami akan menindaklanjuti dan membantu mereka untuk mediasai dengan perusahaan tempat mereka bekerja.

“Sebelum para buruh bersurat kepada Disnaker,kami menyarankan agar mereka musyawarah dulu dengan pihak perusahaan tempat mereka bekerja, sebab kalau tidak terjadi kesepakatan antara buruh dan perusahaan, maka disitulah ranah kami untuk membantu buruh dan perusahaan agar ada solusi atau jalan keluar saling menguntungkan kedua belah pihak,” ujar Iif

Selain itu Iif Rinafudin juga menambhankan, meski saat ini masih ada kurang lebih 50 kasus perselisihan antara pekerja dan perusahaan di Kabupaten Bogor, pihaknya berupoaya untuk menekan angka perselisihn pekerja atau buruh di wilayahnya.

“Akibat efek dari Covid-19 ini sangat mempengaruhi perekonomian dunia. Semoga pandemi ini segera akan cepat berlalu dan perekonomian bisa bangkit dan berkembang lagi, sehingga bisa menekan angka pengangguran di Kabupaten khususnya dan Indonesia pada umumnya,” pungkasnya. (Ian Budi Lukito)

Komentar