InilahOnline.com (Semarang-Jateng) – Tindakan tegas Kepolisian Daerah Jawa Tengah terhadap anggota polisis yang tidak disiplin benar-benar dilakukan. Hal ini terbukti sebanyak 50 personil polisi dari Polda Jateng diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) di tahun 2017.
”Jumlah itu meningkat lima kali lipat dari tahun sebelumnya yang hanya 10 orang saja. 26 anggota diberhentikan pada pertengahan tahun. sementara 24 lainnya diberhentikan dalam upacara PTDH yang digelar di halaman Mapolda Jateng,”ujar Kapolda Jateng Irjen Pol Confro Kirono dalam Refleksi akhir tahun di Gedung Borobudur Mapolda Jateng jalan pahlawan Semarang, Jumat (29/12/2017).
Menurut Kapolda, meski dari jumlah sebanyak itu tidak hadir secara keseluruhan dalam upacara tersebut, dan hanya dua perwakilan saja yang mengikuti prosesi pelucutan seragam Polri.
“Upacara PTDH ini adalah wujud dari upaya bersih-bersih diri, yang akan terus kami lakukan di tahun-tahun mendatang. Kami sebenarnya tidak berharap ada PTDH, namun ini semoga bisa menjadi refleksi anggota yang lain,” tegas Kapolda Jateng, Irjenpol Condro Kirono.

Ia menjelaskan, 50 anggota yang diberhentikan telah terbukti melakukan beberapa pelanggaran baik kasus narkoba, pidana umum, dan pelanggaran kode etik dan disiplin.
“Dalam kasus ini paling banyak pelanggaran disiplin, kode etik, lalu disusul narkoba,” ujarnya.
Ia menegaskan, dalam meningkatkan sumber daya manusia yang baik harus ada pemberian reward dan punishmen yang harus ditegakkan. Selain memberhentikan ia juga memberikan penghargaan bagi yang berprestasi setiap bulannya pada tanggal 17.
“Yang berprestasi ini jadikanlah contoh, yang PTDH jadikan introspeksi, kalau memang kesulitan berprestasi ya cukup berbuat baik sajalah, jangan melakukan pelanggaran itu sudah cukup bagi institusi,”paparnya.
Dari lima puluh anggota yang di PTDH, 4 diantaranya berpangkat perwira yang prosesnya diserahkan ke Mabes Polri. Setelah ini, Condro menegaskan akan memberikan pimbinaan mental, religi kepada anggotanya.
”Pembinaan mental akan selalu diberikan secara terus menerus, supaya kinerja mereka tetap profesional dan modern,”katanya.(Suparman)






























































Komentar