oleh

Ditengah Masa Pandemi Covid-19, PT Astra International Masih Memperoleh Laba Bersih Sebesar Rp 16,16 Triliun

INILAHONLINE.COM, JAKARTA – Meski masih ditengah masa pandemi Covid-19, PT Astra International,Tbk (ASII) masih memproleh laba bersih sebesar Rp16,16 triliun untuk dua kegiatan, untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020. Hal itu diungkapkan Head of Corporate Communications Astra International Boy Kelana Soebroto di Jakarta, ketika berlangsung Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT. ASII, Kamis (22/4/2021).

Total dividen yang mencapai Rp 4,6 triliun ini, dikatakannya termasuk dividen interim sebesar Rp 27 per saham atau setara Rp 1,09 triliun. Adapun, dividen interim ini sudah dibayarkan pada tanggal 27 Oktober 2020. RUPST yang digelar pada tahun 2021 tersebut telah menyetujui penggunaan laba bersih konsolidasian Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp16,16 triliun untuk dua kegiatan.

“Pembagian untuk krgiatan pertama, dividen sebesar Rp4,61 triliun atau setara Rp114 setiap saham dibagikan sebagai dividen tunai, termasuk di dalamnya dividen interim sebesar Rp 27 per lembar saham atau seluruhnya berjumlah Rp 1,09 triliun yang telah dibayarkan pada 27 Oktober 2020 lalu,” kata Boy Kelana

Menurutnya, atas pembagian deviden itu, sehingga  sisanya sebesar Rp87 setiap saham atau seluruhnya berjumlah Rp3,52 triliun, akan dibayarkan pada tanggal 25 Mei 2021 kepada Pemegang Saham Perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 4 Mei 2021 pukul 16:00 WIB

“Adapun pembagian untuk kegiatan kedua, perseroan menetapkan sisa total laba bersih 2020 sebesar Rp11,54 triliun sebagai laba ditahan. Boy mengungkapkan, perseroan memberikan wewenang penuh kepada Direksi Perseroan untuk melaksanakan pembagian dividen tersebut dan untuk melakukan semua tindakan yang diperlukan,” terangnya

Menurut Boy Kelana, pembayaran dividen akan dilakukan dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan pajak, Bursa Efek Indonesia dan ketentuan pasar modal lainnya yang berlaku. Untuk itu, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholders atas dukungan penuh yang telah diberikan. Walaupun kinerja usaha Grup perlahan membaik pada beberapa bulan terakhir, prospek kinerja tahun ini masih dibayangi oleh ketidakpastian akibat dampak dari pandemi Covid-19 yang masih berlanjut

Menurut Chief of Corporate Affairs Astra International Riza Deliansyah, terkait pembagian dividen sebesar Rp 4,6 triliun, kesepakatan itu diambil dalam RUPST. Pembagian dividen ini dilakukan menyusul perusahaan mencatat laba Rp 16,16 triliun pada 31 Desember 2020 atau turun hampir 26%.

“Itu setara Rp 114 per saham atau senilai Rp 4,6 triliun. Total dividen yang mencapai Rp 4,6 triliun ini termasuk dividen interim sebesar Rp 27 per saham atau setara Rp 1,09 triliun. Adapun, dividen interim ini sudah dibayarkan pada tanggal 27 Oktober 2020 lalu,” katanya dalam konferensi pers, Kamis (22/4/2021).

Sementara itu, sisanya sebesar Rp 3,5 triliun akan dibayarkan pada tanggal 25 Mei 2021 kepada pemegang saham yang namanya tercatat pada 4 Mei 2021 pukul 16.00 WIB. Adapun sisa dari laba, yaitu sekitar Rp 11,54 triliun, akan dimanfaatkan sebagai laba ditahan. “Pembayaran dividen akan dilakukan dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan pajak, Bursa Efek Indonesia dan ketentuan pasar modal lainnya yang berlaku,” imbuhnya.

Dalam RUPST telah terswebut menyetujui dan menerima baik Laporan Tahunan untuk tahun buku 2020, termasuk mengesahkan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Perseroan, serta mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun buku 2020 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan sebagaimana dimuat dalam laporan mereka tanggal 25 Februari 2021 dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material. 

Dengan disetujuinya Laporan Tahunan dan disahkannya Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Perseroan dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak tersebut, semua anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan diberikan pelunasan dan pembebasan tanggung-jawab sepenuhnya (acquit et decharge) atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang mereka lakukan selama tahun buku 2020, sejauh tindakan-tindakan tersebut tercermin dalam Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak tahun buku 2020.

Pada kesempatan yang sama dalam RUPTS tersebut, juga ada pengunduran diri dari salah satu pemegang saham dari kursi Komisaris yakni, Mark Spencer Greenberg. (Piya Hadi)

Inilah Susunan Komisaris Astra International,Tbk :

Presiden Komisaris                : Prijono Sugiarto

Komisaris Independen          : Sri Indrastuti Hadiputranto

Komisaris Independen          : Rahmat Waluyanto

Komisaris Independen          : Apinont Suchewaboripont

Komisaris                               : Anthony John Liddell Nightingale

Komisaris                               : Benjamin William Keswick

Komisaris                               : John Raymond Witt

Komisaris                               : Stephen Patrick Gore

Komisaris                               : Benjamin Birks

Komentar