oleh

Dugaan Makar, Polrestabes Surabaya Selidiki Gerakan Mahasiswa Papua

INILAHONLINE.COM, SURABAYA – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menyelidiki dugaan gerakan makar oleh mahasiswa asal Papua di Surabaya, setelah terjadi insiden penolakan pengibaran bendera merah putih di mess tempat mereka tinggal, Jalan Kalasan Surabaya.

Tadi malam Polrestabes Surabaya mengerahkan personel untuk menggeledah mess tersebut. Puluhan penghuninya lantas diangkut menggunakan truk ke Markas Polrestabes Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan.

“Ada beberapa perkara yang kami selidiki. Salah satunya dugaan aktivitas gerakan makar di dalam mess tersebut, yang terindikasi dari penolakan pengibaran bendera merah putih di depan mess mereka tadi siang,” ujar Kepala Polrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Rudi Setiawan saat memberi keterangan pers kepada wartawan di Surabaya, Kamis dini hari.

Selain itu, dia menandaskan, juga diselidiki perkara penganiayaan menggunakan senjata tajam sejenis parang yang diduga dilakukan oleh salah seorang penghuni mess terhadap seorang warga hingga terluka, menyusul terjadinya insiden penolakan pengibaran bendera merah putih pada Rabu siang (15/8).

“Kami selidiki semua perkara itu satu persatu,” katanya.

Pengerahan personel Polrestabes Surabaya ke mess mahasiswa asal Papua di Jalan Kalasan Surabaya tadi malam, lanjut Rudi, salah satunya untuk mencari barang bukti senjata tajam yang digunakan untuk melukai seorang warga yang tadi siang turut menganjurkan pengibaran bendera merah putih di mess tersebut.

Dia menjelaskan anjuran pengibaran bendera merah putih terhadap penghuni mess mahasiswa asal Papua di Jalan Kalasan Surabaya itu dilakukan oleh sejumlah pemuda di Surabaya pada kemarin siang, menindaklanjuti imbauan pemerintah dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, mulai 14 – 18 Agustus.

Barang bukti senjata tajam sejenis parang semalam tampak ditemukan oleh personel Polrestabes Surabaya saat penggeledahan di dalam mess.

Polisi kemudian memerintahkan seluruh penghuni mess naik ke atas truk polisi untuk dibawa ke Markas Polrestabes Surabaya.

Berdasarkan laporan masyarakat sekitar, mess mahasiswa asal Papua di Jalan Kalasan Surababya itu selama ini terkesan tertutup dan diinformasikan kerap menggelar pertemuan, yang dikhawatirkan terkait dengan dugaan makar yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Saat dibawa menggunakan truk polisi ke Markas Polrestabes Surabaya, para mahasiswa Papua itu terdengar bersahutsahutan meneriakkan “Papua Merdeka”.

“Satu persatu mereka akan kami mintai keterangan, baik terkait kasus penganiayaan akibat insiden penolakan pengibaran bendera, maupun dugaan gerakan makar,” ucap Kombes Pol Rudi. (CJ/Dodik/ ant)

Komentar