oleh

Forum CIJBF, Tarik 59 Pengusaha Asal Tiongkok untuk Tanamkan Modalnya di Jateng

INILAHONLINE.COM, JAKARTA

Sebanyak 500 pelaku usaha, investor, asosiasi dan BUMN dan sejumlah lembaga keuangan antusias menghadiri kegiatan pesta investasi yang digelar Pemprov Jateng, di di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (5/11).Pesta investasi yang dikemas dalam Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2019 itu, digelar untuk kesekian kalinya, setelah tahun-tahun sebelumnya sukses diselenggarakan di Solo dan Jakarta.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah Ratna Kawuri mengatakan CJIBF yang di gelar rutin setiap tahun itu, sebagai upaya untuk menggaet minat investor baik domestik maupun mancana negara agar berinvetasi di berbagai daerah di wilayah Jateng.

Selain itu, lanjutnya, juga untuk lebih meningkatkan gairah investasi di Jateng. Sejak tahun pertama pelaksanaan, CJIBF telah banyak menciptakan kesepakatan investasi berupa Letter of Intent (LoI) dan sebagian besar membuahkan hasil realisasi pembangunan proyek serta sebagian masih dalam tahap proses perijinan

“Kami ingin menggairahkan investasi di daerah, terutama ke beberapa sektor unggulan Jateng terdiri pariwisata, manufaktur dan lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, CJIBF kali ini melibatkan 500 peserta, dan tercatat 73 peserta di antaranya merupakan investor dari mancanegara. Selain juga diikuti oleh perwakilan duta besar negara sahabat, serta kamar dagang dari berbagai negara.

”CJIBF tahun ini yang mengusung tema ‘Trust us to invest, realize your dream’ itu, juga tidak hanya diisi dengan forum dialog, tetapi juga penandatanganan LoI tiga calon investor dengan pemerintah kabupaten/kota di Jateng.”

Meski demikian, lanjut dia, penandatanganan ketiga LoI tersebut merupakan simbolik dari 33 peminatan investasi yang tercatat selama forum CJIBF digelar. ”Dalam kegiatan CJIBF, sejumlah peluang investasi proyek ditawarkan kepada investor selain proyek sektor pariwisata dan manufaktur juga properti, infrastruktur serta agrikultur,”paparnya.seperti dikutif Semarangpedia.com.

Menurutnya, sektor pariwisata yang ditawarkan di antaranya proyek pengembangan Pemandian Kalianget Wonosobo senilai Rp 12,20 miliar, pengembangan kawasan Kledung Temanggung senilai Rp 18,74 miliar, pengembangan wisata Pulau Panjang senilai Rp 22,25 milar, serta kawasan wisata Agroedupark Tlogowening Kabupaten Semarang senilai Rp 361,50 miliar.

Sedangkan proyek manufaktur meliputi pembangunan industri perikanan udang terpadu di Kabupaten Cilacap senilai Rp 550,02 miliar. Bidang properti yang ikut ditawarkan pengembangan Solo Convention-Exhibitioan Hall di Kota Surakarta senilai Rp 124,48 miliar.

Dia menuturkan, untuk sektor infrastruktur berupa pembangunan docking kapal di Kabupaten Rembang senilai Rp 45,50 miliar, serta sektor Agrikulur yakni proyek pengembangan pembenihan ikan nila salin di Kabupaten Pati senilai Rp 11,93 miliar.

Ratna juga menyebut forum tersebut telah berhasil menarik minat puluhan investor asal Tiongkok untuk menanamkan modalnya di Jateng. Bahkan yang menarik, termasuk juga sebanyak 59 investor dan pengusaha asal Republik Rakyat Tiongkok dari sektor industri kayu dan furnitur. Rencananya pengusaha tersebut akan melakukan relokasi industri ke Jawa Tengah.

Satu investor asal Korea, Seo Jae Phil Assistant Director PT Handal Sukses Karya ini sangat berminat berinvestasi di Jateng, setelah sebelumnya sukses berinvestasi pada bidang pabrik sepatu di Kabupaten Jepara.

“Kami sudah beberapa kali berinvestasi di Jateng karena provinsi ini memiliki banyak potensi, juga tersedia banyak tenaga kerja untuk dapat dilibatkan dalam aktivitas produksi,” ujar Seo.

Bahkan, menurutnya, perusahaannya berencana untuk memperluas investasi pada bisnis yang sama di Kabupaten Pati. Jawa Tengah.
Hal yang sama juga dilakukan Gerry Julian Project Development Director PT Akuo Energy Indonesia yang bergerak di bidang Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (Angin). Perusahaan itu telah merealisasikan investasi sebesar Rp5 miliar di Kabupaten Tegal.

Menurut Gerry, perusahaan bakal melanjutkan investasi di Kabupaten Brebes dengan total investasi mencapai sebesar Rp2 triliun.
Seperti diketahui, Jateng saat ini menjadi primadona investasi dari berbagai negara. Iklim investasi yang sangat nyaman dan kemajuan pembangunan infrastruktur membuat daya saing investasi Jawa Tengah kian membaik.

Bahkan Jateng mendapatkan penyematan julukan provinsi terfavorit untuk investasi, setelah berhasil meraih peringkat pertama Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Terbaik se-Indonesia dalam acara Investment Award 2018.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyematkan julukan provinsi terfavorit untuk investasi bagi Jateng, karena provisn ini kini terdepan dalam pelayanan perizinan dari seluruh provinsi di Indonesia.

Capaian Jateng juga diperoeh sebagai peringkat pertama penyelenggara Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Terbaik se-Indonesia dalam acara Investment Award 2018 sudah selayaknya provinsi ini menjadi terfavorit untuk investasi.

(Suparman)

Komentar