oleh

Gedung Pusat Kerajinan Kota Bogor Diresmikan, Yane : Dorong Tingkatkan Perekonomian Kota Bogor

INILAHONLINE.COM, BOGOR

Gedung Pusat Kerajinan Kota Bogor merupakan pusat sarana promosi, edukasi, workshop bagi pengrajin di Kota Bogor dan menjadi salah satu destinasi wisata Kota Bogor, khususnya sebagai pusat oleh-oleh khas Kota Bogor.

Hal tersebut dikemukakan Ketua Dekranasda Kota Bogor, Yane Ardian saat peresmian di jalan Bina Marga, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Kamis (17/12/2020).

“Dengan wajah dan semangat baru, keberadaan Gedung Pusat Kerajinan Kota Bogor berupaya untuk terus konsisten mendorong meningkatkan perekonomian masyarakat Kota Bogor,” kata Yane.

Gedung Pusat Kerajinan Kota Bogor yang diresmikan Wali Kota Bogor, Bima Arya menjadi kado persembahan dan karya terbaik para pengrajin Kota Bogor.

Sebelum diresmikan menjadi Gedung Pusat Kerajinan Kota Bogor, 21 tahun lalu, tepat tahun 1999,almarhumah Ibu Mutia Iswara, Istri Wali Kota saat itu, membangun ruang pamer bagi produk kerajinan Kota Bogor dengan luas tanah 685 m2 dan luas bangunan 75 m2.

Dalam perjalanannya, pada tahun 2004 ruang pamer bagi produk kerajinan Kota Bogor diperluas dari 1 bangunan menjadi 3 bangunan dengan luas 225 m2 oleh Fauziah Diani Budiarto.

“Di akhir tahun 2019, jajaran pengurus Dekranasda Kota Bogor yang sedang mengemban amanah membina para pengrajin, mengajukan revitalisasi bangunan. Dan akhirnya inilah Gedung Pusat Kerajinan Kota Bogor dengan wajah baru seluas 372,14 m2,” jelas kata Yane.

Struktur Gedung Pusat Kerajinan Kota Bogor dengan terdiri dua lantai. Lantai dasar digunakan sebagai ruang pamer dan promosi serta aktivitas transaksi. Sementara lantai 2 digunakan sebagai ruang workshop, ruang pertemuan pengurus Dekranasda Kota Bogor dan ruang pendukung lainnya.

“Dari 80 pengrajin anggota Dekranasda Kota Bogor, baru 40 pengrajin dan 40 produk kuliner yang bergabung untuk mempromosikan produknya di Gedung Pusat Kerajinan Kota Bogor,” sebut Istri Wali Kota Bogor ini.

Sementara itu, Wakil Ketua Dekranasda Jawa Barat, Lina Marlina menyebutkan, Provinsi Jawa Barat merupakan penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) nomor tiga terbesar di bidang ekonomi kreatif dengan capaian 11,81 persen setelah D.I Yogyakarta dan Bali.

“Diantara PDB yang besar itu adalah produk-produk kerajinan, ini harus kita tingkatkan. Dengan hadirnya Pusat Kerajinan Kota Bogor menjadi kabar yang menggembirakan karena seluruh potensi kerajinan unggulan dapat terserap dan terpusat sehingga memudahkan para pengrajin yang akan memasarkan produknya maupun masyarakat yang ingin mencari produk-produk khas Kota Bogor,” tutur Lina Marlina.

Keberadaan Gedung Pusat Kerajinan Kota Bogor ini kata dia, harus mendorong para pemangku kepentingan agar dapat berperan lebih aktif dalam membangun ekosistem kerajinan yang berdaya saing tinggi, bercita rasa internasional dengan khazanah budaya lokal serta mampu mensejahterakan para pengrajin maupun para IKM, baik di Kota Bogor maupun di Jawa Barat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor, Ganjar Gunawan menyebutkan, total IKM di Kota Bogor berjumlah lebih dari 1.300. Akibat dampak pandemi Covid-19, ada pengrajin yang tidak berproduksi, ada juga beralih produk dari tas ke masker.

Disinggung rata-rata pertumbuhan IKM Kota Bogor sejak masa pandemi, Ganjar mengatakan, berdasarkan hasil survei sebanyak 85 persen IKM Kota Bogor masih bertahan dan hanya 2,3 persen dari angka tersebut yang mengalami peningkatan pendapatan.

“Yang naik itu produk makanan-minuman yang berbau kesehatan, termasuk bumbu racik dan herbal. Kedepan saya akan berkomunikasi dengan PHRI, travel bagaimana caranya ke depan ada sinergi untuk diarahkan kesini,” kata Ganjar. (Periksa Ginting)

Komentar