oleh

Gubernur Jabar harap Patimban Cikal Bakal Kesuksesan Kawasan Kndustri Rebana Metropolitan

INILAHONLINE.COM, SUBANG

Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil mengharapkan Pelabuhan Patimban yang berada di Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, menjadi cikal bakal sebuah kawasan regional Rebana Metropolitan yang terdiri 13 kota industri baru.

“Di mana Patimban juga kami bantu menjadi Kota Maritim Patimban untuk 1 juta penduduk sehingga diharapkan dalam 30 tahun akan sukses menjadi kawasan dan kota pelabuhan yang luar biasa. Hari ini kita menyaksikan cikal bakal kesuksesan itu akan hadir,” ucapnya.

Gubernur menyatakan, jika kawasan Rebana Metropolitan ini berhasil, dengan Patimban sebagai cikal bakalnya, maka akan menghasilkan 4,3 juta pekerjaan dalam 15 tahun ke depan dan memberikan tambahan pertumbuhan ekonomi hingga 4 persen untuk Provinsi Jawa Barat yang tentunya juga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Saya doakan semoga urusan ini lancar dan kami akan terus dukung pembangunan Pelabuhan Patimban tahap selanjutnya sehingga keberhasilan Patimban akan menjadi keberhasilan kita semua dan konsep Presiden terkait superkoridor ekonomi di Jawa bagian utara juga disukseskan oleh Patimban,” katanya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi menjelaskan, pembangunan tahap pertama Pelabuhan Internasional Patimban melalui pendanaan Official Development Assistance dari Jepang meliputi area terminal, breakwater, seawall dan pevetment, pembangunan back up area, jalan akses, jembatan penghubung, dan terminal kendaraan seluas 25 hektare.

“Pada tahap pertama, Patimban memiliki kapasitas car terminal sebesar 218 ribu completely built up (CBU) dan kapasitas container terminal sebesar 250 ribu TEUs dari total kapasitas kumulatif 3,75 juta TEUs,” imbuh Menhub, dalam acara “Soft Launching dan Pengoperasian Perdana Pelabuhan Internasional Patimban” di area Car Terminal Pelabuhan Internasional Patimban, Kec. Pusakanagara, Kab. Subang, Minggu (20/12/2020).

Menhub menambahkan, sesuai arahan Presiden, Pelabuhan Patimban akan disinergikan dengan Pelabuhan Tanjung Priok untuk meningkatkan efisiensi waktu dan biaya logistik nasional.

“Dengan soft launching ini, kegiatan ekspor-impor distribusi mobil dan barang-barang dari dan ke Pelabuhan Internasional Patimban atau Indonesia sudah dapat dilakukan dengan baik,” ujarnya.

Menhub juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, masyarakat Patimban dan Jawa Barat, Pemda Provinsi Jabar, Kabupaten Subang, Pemerintah Jepang dan semua stakeholders juga kontraktor. Semoga kerja sama dengan Jepang juga bertambah baik.

“Pelabuhan Patimban bisa berikan suatu bukti bahwa arahan presiden, meski di masa pandemi, kita tetap bekerja dan bisa menyelesaikan pembangunan ini. Selain itu, Pelabuhan Patimban akan terkoneksi dengan jalan tol dan kereta api sehingga diharapkan meningkatkan potensi pembangunan 10 kawasan industri di sepanjang koridor utara Jawa sehingga perekonomian meningkat dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Menurut Menhub, pembangunan tahap kedua pada 2021-2024 akan terbangun 66 hektare dan tambahan car terminal sebanyak 600 CBU. Pada tahap ketiga di 2024-2025 akan dilakukan pembangunan terminal peti kemas dengan kapasitas kumulatif kargo 5,5 juta TEUs.

“Terakhir, pada pembangunan tahap keempat di 2026-2027, akan dibangun terminal peti kemas dengan kumulasi 7,5 juta TEUs dan 600 ribu CBU,” tambahnya.

Sebagai rangkaian soft launching, juga digelar kegiatan sosial agar masyarakat sekitar turut merasakan kemajuan, berupa pelatihan kewirausahaan, pelatihan pemberdayaan masyarakat dan pemberian program keahlian bagi nelayan, diikuti pemberian kapal nelayan melalui koperasi. (Frida)

Komentar