IPW Beri “Dua Jempol” Atas Keberanian Kapolri Copot Tiga Jenderal Polisi Dari Jabatannya

Berita, Hukkrim, Nasional239 Dilihat

INILAHONLINE.COM, JAKARTA

Indonesia Police Watch (IP) angkat “dua jempol” dan memberikan apresiasi kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Idham Azis atas keberaniannya mencopot tiga jenderal “polisi nakal”. Pasalnya, tindakan tegas Kapolri dalam membongkar persekongkolan jahat para jenderal dalam melindungi Joko candra harus dituntaskan. Demikian dikatakan Ketua Presidium IPW kepada inilahonline.com melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (18/7/2020)

“Tindakan cepat Kapolri itu setelah mencopot dan menahan satu Brigjen dari Bareskrim, Idham Azis kembali mencopot kepala NCB interpol polri Irjen Napoleon Bonaparte dan sekretaris NCB,” ujar Ketua Presidium IPW, Neta S Pane.

Menurutnya, tiga jenderal sudah dicopot Kapolri dalam dua hari dan ini tentunya wujud dari sikap profesional modern terpercaya (Promoter) untuk menjaga marwah kepolisian. Tentunya tidak cukup hanya sampai disitu agar kasus ini tuntas dan bisa membawa efek jera bagi para jenderal untuk bermain main melindungi orang orang bermasalah.

“Ada lima hal yang patut dilakukan Kapolri. Pertama segera membuka CCTV Bareskrim, siapa yang mendampingi dan menjemput saat Joko Candra datang mengurus surat jalan tersebut. Kedua, apa motivasi para jenderal itu dalam memberi keistimewaan kepada Joko Candra. Ketiga, disebut sebut dalam kasus Joko Candra ini ada dugaan gratifikasi dan kemana saja aliran dananya.,” papar Neta Pane.

Adapun hal yang keempat, bahwa semua pihak di Polri yang terlibat kasus Joko Candra, terutama ketiga jenderal yang dicopot segera diproses pidana agar kasusnya bisa diproses di pengadilan. Sebab kasus persekongkolan jahat dalam melindungi buronan Joko Candra adalah kejahatan luar biasa.

“Dan yang kelima, semua pihak di luar polri yang terlibat memberi keistimewaan kepada Joko Candra, mulai dari lurah hingga dirjen imigrasi harus diperiksa Polri dan kasusnya diselesaikan di pengadilan,” ungkapnya

Neta Pane juga mengatakan, sikap dan tindakkan cepat Kapolri tersebut bertujuan agar persekongkolan jahat dalam melindungi Joko Candra bisa terungkap secara terang benderang dan selesai dengan tuntas di pengadilan. Setelah itu polri perlu mencermati proses PK Joko Candra agar promoter dan jika ada indikasi negatif penyidik Bareskrim jangan segan segan menciduk oknum yang terlibat.

“Hanya dengan kerja keras yang promoter dari Kapolri Jenderal Idham Azis, maka citra Polri bisa terbangun lagi setelah dihancurkan oleh Joko candra,” pungkasnya. (Piya Hadi)

banner 521x10

Komentar