INILAHONLINE.COM, SERANG-BANTEN
Kantor Wilayah Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Provinsi Banten menggelar Rapat dengan mendengarkan arahan Inspektur Jenderal Kementrian ATR/BPN melalui Video Conference kepada jajaran BPN Provinsi Banten, di Serang, Selasa (24/03/2020).
Dalam Video Conference tersebut turut bergabung para pejabat Kementrian ATR/BPN, diantaranya Tenaga Ahli Menteri ATR/BPN Bidang Pengawasan dan Pembangunan ZI, Ninik Mariyanti, Kepala Bidang Pengadaan Tanah dan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Serang.
“Pertemuan melalui Video Conference ini sekaligus dimanfaatkan untuk mensosialisasikan kepada seluruh jajaran Kanwil BPN Provinsi Banten bahwa seluruh kantor pertanahan tidak lagi menerima pelayanan secara langsung melainkan secara online guna melaksanakan social distancing dengan menghubungi beberapa akun sosial media yang telah tersedia,” kata Andi tenri Abeng melalui siaran Persnya.

Menurutnya, kasus pandemik Covid-19 mempengaruhi bagaimana manusia berinteraksi. Karena beberapa negara memberlakukan protokol lockdown dan social distance, aktivitas pertemuan langsung menjadi terhenti untuk sesaat. Namun, kondisi tersebut tidak menghalangi jajaran BPN Provinsi Banten dalam melakukan pertemuan guna membangun komunikasi terkait pencegahan penyebaran Corona virus Disease 2019 (Covid-19) dan hal – hal penting lainnya yang harus diselesaikan dalam sebuah rapat.
“Oleh karena itu, dalam menghadapi dampak yang ditimbulkan dari pandemik Covid-19, Inspektur Jenderal Kementrian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memberikan arahan melalui Video Conference kepada jajaran BPN Provinsi Banten,” ujar Tenri.
Masih kata Tenri Abeng, dalam laporannya kepada Irjen ATR/BPN bahwa BPN Provinsi Banten telah meniadakan kegiatan pertemuan secara langsung dan menggantinya melalui kegiatan pertemuan secara online dengan menggunakan Video Conference. Selain itu, pihaknya juga memberlakukan Bekerja di Rumah (Work From Home/WFH) dan absensi secara online, BPN Provinsi Banten juga akan memaksimalkan penggunaan E-Office.
“Diharapkan dengan aplikasi ini pengolahan surat masuk dan surat keluar yang dilaksanakan secara elektronik akan mempermudah pekerjaan ketika berada di rumah, sehingga kegiatan perkantoran akan tetap efisien tanpa penggunaan kertas (paperless),” ungkapnya

Lebih jauh, mantan Kepala Kantor Pertanahan Kota Bogor ini memeparkan,bahwa pihaknya telah melaporkan bahwa seluruh kantor termasuk kanwil sejak tanggal 20 Maret telah menerapkan sistem E-Office dan pihaknya telah meniadakan pertemuan secara langsung, semua pelayanan dilakukan secara online.
“Seluruh jajaran BPN Provinsi banten akan terus bekerja selaras dengan kebijakan – kebijakan Kementerian ATR/BPN dalam rangka pencegahan penyebaran virus Corona, kami telah tindak lanjuti dengan maksimal tindakan pencegahan Virus Corona seiring dengan surat Edaran yang kami terima dari pusat dan selanjutnya kami akan tetap berjuang bersama mencegah penyebaran virus ini,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu pula, Tanri Abeng juga mengungkapkan terkait penyediaan barang untuk meminimalisir penularan virus, jajaran BPN Provinsi Banten telah menindaklanjuti secara maksimal hingga saat ini. Namun dalam laporannya, Tenri mengungkapkan bahwa ada beberapa kendala yang dihadapi terkait jumlah barang yang semakin minim serta harga barang yang semakin melambung tinggi.
Sementara itu, Inspektur Jenderal Kementrian ATR/BPN Sunraizal sangat mengapresiasi gerakan cepat yang telah dilakukan oleh jajaran BPN Provinsi Banten dengan melakukan kegiatan rapat melalui Video Conference. Instruksi ini dilakukan sebagai langkah pencegahan penyebaran Covid-19 dengan menerapkan social atau physical distancing. Namun ia berharap bagi seluruh pejabat dan pegawai untuk tidak menyalahgunakan kebijakan social distancing ini dengan bepergian apalagi untuk pergi berlibur.
“Terima kasih sudah melakukan pengamatan terhadap pegawai dari rumah dan jangan sampai kebijakan Bekerja di Rumah (Work From Home/WFH) ini disalahgunakan menjadi kesempatan untuk pergi jalan-jalan, mohon agar mereka diarahkan untuk tetap stay di rumah, terimakasih sudah melakukan petunjuk dari pusat dengan melakukan social distancing. Mudah mudahan melalui pertemuan melalui Video Conference ini mendorong kita untuk semakin berkreasi,” ujar Sunraizal.
Masih kata Sunraizal, pihaknya juga memberikan arahan agar menyediakan fasilitas memadai untuk pencegahan penyebaran virus ini dengan melengkapi fasilitas seperti masker, thermal detector (alat pendeteksi suhu), sarung tangan, sanitizer, vitamin, makanan sehat dan fasilitas penunjang lainnya. “Dari kendala yang dihadapi oleh jajaran BPN Provinsi Banten, Irjen Kementrian ATR/BPN memberi arahan untuk membuat laporan mengenai permasalahan yang dihadapi terkait minimnya jumlah barang serta harga barang yang melambung tinggi”, tandasnya.
Lebih jauh Sunraizal juga mengatakan, ATR/BPN Banten untuk tidak ragu-ragu melaporkan kepada pihak Inspektorat apabila menghadapi kendala. Karena dalam rangka pencegahan virus ini pihak, Inspektorat berjanji akan selalu siap untuk mengawal. Jika dalam kondisi darurat pemesanan barang dapat dilakukan secara langsung dan barangnya boleh diambil terlebih dahulu untuk pencegahan. Setelah mendapatkan barang tersebut mohon agar segera dilakukan pendistribusian di lingkungan kantor agar pencegahan tertularnya semakin berkurang,
“Dalam rangka pencegahan dan penanganan Covid-19 di lingkungan Kanwil BPN Provinsi Banten, untuk dapat melakukan revisi anggaran belanja barang, belanja perjalanan dinas dan fullboard untuk dialihkan dalam rangka memenuhi kebutuhan pencegahan dan penanganan Covid-19,” pungkas Sunraizal.
(Humas ATR/BPN Banten/Red)





























































Komentar