oleh

Jalur Kereta Api Tembus ke Pelabuhan Patimban akan Segera Dibangun

INILAHONLINE.COM, SUBANG

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI terus menggeber pembangunan akses transportasi penunjang Pelabuhan Internasional Patimban. Dalam waktu dekat akan segera membangun jalur Kereta Api yang akan menghubungkan Pelabuhan Patimban ke station KA Pagaden Baru.

Kini Kemennhub RI telah melakukan kajian terkait Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) pembangunan jalur Kereta Api sepanjang 28 Km tersebut yang akan melintasi di 15 desa dan 7 Kecamatan. Akses jalur kereta api Pelabuhan Patimban tersebut akan terhubung dari Desa Patimban ke Stasiun Pagaden Baru yang berada di Kecamatan Pagaden.

Kasi Pengembangan Jaringan Dirjen Perkeretaapian Kemenenterian Perhubungan Awang Meindra mengatakan, saat ini untuk pembangunan jalur kereta Api Pelabuhan Internasional Patimban dalam tahap Kajian AMDAL.

“ Sejauh ini masih tahap AMDAL, namun sosialisasi terus kita lakukan ke desa-desa yang akan dilintasi jalur kereta Api Pelabuhan Internasional Patimban,” kata Awang kepada awak media (18/10/2019).

Menurut Awang, pembangunan Jalur Kereta Api Pelabuhan Internasional Patimban rencananya akan melintasi 15 Desa di 7 Kecamatan.

“Adapun desa desa yang terlewati jalur rel kereta api diantaranya Desa Neglasari, Pagaden dan Kamarung (Kecamatan Pagaden), Desa Karangsari, Kihiyang (Kecamatan Binong), Desa Sukadana, Jatimulya (Kecamatan Compreng), Desa Rancaudik (Kecamatan Tambakdahan), Desa Bongas (Kecamatan Pamanukan), Desa Bojong Tengah, Pusakajaya (Kecamatan Pusakajaya) serta Desa Pusakaratu, Gempol, Kalentambo, Patimban (Kecamatan Pusakanagara),” katanya.

Dikatakan Awang, dari 15 desa yang akan dilintasi Jalur Kereta Api tersebut, umumnya menggunakan lahan pesawahan. “Pembangunan jalur kereta Api Pelabuhan Patimban sebagian besar atau sekitar 95% menggunakan lahan pesawahan milik warga,” katanya.

Bahkan kata Awang, rencananya transportasi jalur rel kereta api juga akan berdampingan dengan jalan tol menuju Pelabuhan Patimban.

Sementara itu, Lamidi dari Konsultan Puskotling Indonesia yang menggarap Amdal mengatakan, mengenai perencanaan jalur rel, perpotongan jalur-jalur yang akan dilintasi juga sudah disiapkan.

Perpotongan yang dimaksud diantaranya seperti jalan raya, sungai, saluran irigasi juga jaringan pipa gas. “Itu sudah ada dalam perencanaan. Jadi untuk jalan raya misalnya, tidak akan dilakukan perpotongan satu bidang. Nanti akan dibuat bisa di bawah tanah atau di atas,” ungkapnya.

(Abdulah)

Komentar