oleh

Jokowi : Media Konvensional Masih Dipercaya Masyarakat Indonesia

INILAHONLINE.COM, SURABAYA

Keberadaan media konvensional atau media arus utama masih tetap lebih dipercaya masyarakat dalam memperoleh informasi daripada media sosial (medsos)

Demikian diungkapkan Presiden Joko Widodo dalam sambutan pada puncak perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2019 di Grand City Convention dan Exhibitiom, Kota Surabaya, Sabtu (9/2).

“Pada tahun 2018, kepercayaan terhadap media konvensional adalah 63 persen berbading 37 persen untuk media sosial,” ujar Jokowi.

Menurutnya, di era medsos saat ini, maka siapapun dapat bekerja sebagai jurnalis. Tetapi, tidak sedikit yang menyalah gunakan medsos tersebut untuk menebar ketakutan di ruang publik.

“Setiap orang bisa bisa menjadi wartawan dan pemred. Tetapi kadang digunakan untuk menciptakan kegaduhan, ada juga yang membangun ketakutan pesimisme,” tandasnya.

Lebih jauh dikatakan Jokowi mengatakan, salah satunya informasi dan berita ketika pemerintah menyampaikan satu informasi yang berisi kabar baik dan fakta itu, akan tetapi ternyata yang muncul di ruang publik adalah yang tersebut disimpulkan sebagai satu pencitraan semata.

“Ketika pemerintah menyampaikan well infomation society jangan diartikan sebagai kampanye atau pencitraan, tetapi itu untuk membangun masyarakat yang sadar akan informasi,” terangnya.

Jokowi pun berharap ditengah kegaduhan dan massifnya peredaran berita bohong atau hoax, media konvensional yang profesional dapat menjadi pengendali suasana.

“Media harus bisa mencari kebenaran dan mencari fakta,” demikian Jokowi yang kembali maju dalam Pilpres 2019.

(Piya Hadi)

Komentar

News Feed