Kadisdik Kota Bogor Apresiasi Langkah Gubernur Jabar Gratiskan Iuran SPP Bulanan SMA/SMK Negeri dan Swasta

INILAHONLINE.COM, BOGOR

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bogor, Fahrudin mengapresiasi langkah Gubernur Jabar terkait menggratiskan iuran SPP bulanan untuk SMA maupun SMK negeri di Jabar serta anak kurang mampu di sekolah swasta digratiskan tahun ini 2020/2021.

“Saya sangat mengapresiasi langkah Pemdaprov Jabar menggratiskan SPP anak-anak SMA/SMK Negeri dan anak-anak yang tidak mampu yang berada di sekolah swasta,” kata Fahmi –sapaan akrab Fahrudin — di Dinas Pendidikan Kota Bogor, Rabu (24/6/2020)

Menurut Fahmi, program iuran SPP bulanan gratis tersebut sangat berpihak kepada masyarakat. Dengan bergulirnya program iuran SPP gratis tahun ajaran baru 2020/2021 dapat mendorong meningkatkan rata-rata lama sekolah di Jawa Barat.

“Mudah-mudahan dengan digulirkannya program SPP Gratis, mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, meningkatkan rata-rata lama sekolah di Jawa Barat,” ujar Fahmi.

Sementara itu, terkait pengangkatan Kadisidik Jabar, Fahmi berharap dengan pengangkatan Kadisdik Jabar yang baru bisa bersinergi dengan Pemerintah Daerah dalam melaksanakan kebijakan-kebijakan dari Gubernur Jabar. Menurutnya, kondisi geografis di Jawa Barat bermacam-macam, sehingga proses pendidikan SMA/SMK di masing-masing Kabupaten/Kota bisa menghasilkan proses yang maksimal.

“Saya sangat berharap adanya komunikasi yang lebih inten antara Pemerintah Provinsi (Disdik Jawa Barat) dengan para kepala daerah, agar proses pendidikan SMA/SMK di masing-masing Kabupaten/Kota bisa menghasilkan proses yang maksimal, sinergi antara Disdik Provinsi dengan pemerintah daerah,” harap Fahmi.

Fahmi mencontohkan, seperti kebijakan PPDB pada jalur prestasi. Tidak adanya komunikasi antara Disdik Jabar dengan Pemerintah Daerah, membuat banyak pihak merasa terpukul dan marah karena cabang jalur prestasinya dibatasi.

“Akibatnya anak-anak yang pernah ikut even tingkat internasional tidak bisa ikut jalur prestasi. Karena di sekolah tidak ada ekskul panahan, menembak. Mereka itu kan atlit yang harus kita rawat. Nah, kalau komunikasi ini berjalan pasti tidak akan terjadi,” ungkap Fahmi.

Kuncinya adalah, lanjut Fahmi, membangun komunikasi dengan daerah masing-masing, agar pengelolaan di rasa lebih ringan, berbagi tugas sesuai dengan kewenangannya masing-masing, “Daerah punya kewenangan tentang mengelola masyarakatnya, Jawa Barat punya kewenangan tentang mengatur kebijakan pendidikannya. Dengan begitu kebijakan-kebijakan akan terasa pas sesuai dengan kondisi daerah masing-masing,” pungkas Fahmi.

Sebelumnya seperti diberitakan inilahonline.com, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan iuran bulanan untuk SMA maupun SMK negeri di Jabar serta anak kurang mampu di sekolah swasta digratiskan tahun ini 2020/2021, meski pihaknya melakukan refocusing anggaran tahun ini karena Covid-19.

“Anggaran yang bebas biaya itu sudah dianggarkan dan tidak berubah. Jadi di tahun ajaran 2020/2021 di SMA/SMK negeri dan warga tidak mampu di swasta gratis, ” ujar Ridwan di Gedung Sate, beberpa waktu lalu.
Jadi menurutnya, mulai tahun ajaran baru ini program tersebut sudah mulai dijalankan.

“Tolong disampaikan kepada masyarakat bahwa program itu mulai dijalankan tahun ajaran baru 2020, tidak mengalami perubahan” tegasnya.

Begitu pun, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, (Kadisdik Jabar), Dedi Supandi merespon harapan DPRD Jabar dan Gubernur Jabar terkait dengan persiapan penggratisan iuran bulanan peserta didik bagi SMA, SMK Negeri dan Swasta di Jabar.

Menurut Dedi Supandi, terkait persiapan iuran bulanan gratis di Jabar, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak dan sedang dibuatkan persiapan implementasi program sekolah gratis tersebut.

(ian Lukito)

banner 521x10

Komentar