oleh

Kantor Sekber Wartawan Bogor Nyaris Dibobol Maling

INILAONLINE.COM, CIBINONG

Kantor Sekretariat Bersama (Sekber) Wartawan Harian Cetak, Elektronik dan Online Bogor di Jl. KSR Dadi Kusmayadi, Gang PMI Cibinong Kelurahan Tengah, Cibinong, nyaris dibobol maling dengan modus pelaku berpura-pura menjadi pemulung.

“Awalnya saya mau masuk ke kantor, saya lihat Jendela kebuka dan saya lihat ada karung. Pas saya masuk ke dalam ada orang mau keluar, saya amankan,” ujar salah satu anggota Sekber Wartawan Bogor, Hasby Arienta yang kebetulan datang ke kantor Sekretariat, Selasa (28/1/2020)

Menurut Hasby yang biasa dipanggil Unyil, dirinya curiga dengan orang yang masuk ke dalam ruangan kantor. Namun ketika ditanya pria tersebut mengaku bernama Aruani asal Demak. Untuk memghindari dari amuk masa, Unyil dengan cepat menghubungi pihak kepolisian.

“Ketika kita tanya, Pria tersebut ngaku tinggal di Cikaret asal Demak Jawa Tengah dan tinggal bareng bersama bos nya. Dia ngaku mau ambil CPU komputer, tapi keburu ketahuan. Saya langsung nelpon Polsek biar di proses hukum saja,” tuturnya.

“Dari pengakuan Pria tersebut mereka tidak sendirian, tapi berdua dengan temannya, yang satu nunggu di motor di depan luar halaman kantor, yang satu lagi masuk kedalam mau ngambil CPU Komputer itu, tapi keburu ketahuan,” imbuhnya.

Setelah mendapat laporan, Kanit Reskrim Polsek Cibinong AKP Yunli langsung meluncur dan turun ke tempat kejadian perkara (TKP). Menurut dia, pihaknya akan membawa pelaku dan langsung memprosesnya di Kantor Polsek Cibinong.

“Terima kasih kepada rekan-rekan wartawan yang bisa mengamankan pelaku tanpa ada kekerasan. Pelaku kita amankan dan akan kita proses hukum,” tegas AKP Yunli.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Sekber Wartawan Bogor, Piyarso Hadi mengatakan, meminta kepada seluruh anggotanya untuk tetap lebih waspada atas kejadian tersebut dan jangan sampai meninggalkan kantor Sekber dengan pintu terbuka tanpa dikunci

“Saya juga merasa bersyukur dan memberikan apresiasi kepada rekan-rekan anggota Sekber Wartawan Bogor yang tidak melakukan tindak kekerasan dan tidak main hakim sendiri terhadap pelaku,” ujarnya.

Lebih lanjut Hadi mengatakan, meski pelaku belum sempat mengambil (mencuri-Red) barang atau benda milik Sekber Wartawan Bogor, namun pelaku dapat dikenakan Pasal 167 KUHP ayat 1 yang berbunyi, “Barang siapa memaksa masuk ke dalam rumah, ruangan atau pekarangan tertutup yang dipakai orang lain dengan melawan hukum atau berada di situ dengan melawan hukum, dan atas permintaan yang berhak atau suruhannya tidak pergi dengan segera, diancam dengan pidana penjara paling lima sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.”

“Saya berharap pihak Kepolisian dalam hal ini Polsek Cibinong tetap memproses hukum pelaku, karena dengan demikian akan membuat pelaku jera dan tidak akan mengulangi perbuatannya,” tandas Piyarso hadi yang juga Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bogor.

(Kristian Budi Lukito)

Komentar