Kota Solo Siap Jadi Tuan Rumah Pelantikan Kepengurusan PWI Pusat di Monumen Pers Nasional

INILAHONLINE.COM, SOLO – Dengan adanya rencana pelantikan kepengursan PWI Pusat masa bhkati 2025-2030 yang akan diselenggarakn di kota Solo, sejumlah pihak menyambut baik dan siap menjadi tuan rumah sekaligus mensukseskan kegiatan yang akan difasilitasi oleh Kementrian Komdigi, dalam hal ini adalah Momunen Pers dan PWI Solo.

“Jika seandainya betul bahwa pelantikan pengurus PWI Pusat dilaksanakan di Monumen Pers Nasional di Surakarta, maka kami siap menjadi tuan rumah untuk mendukung kegiatan PWI ini,” ujar Direktur Monumen Pers Nasional, Ir. Widodo Hastjaryo, M.Si kepada inilahonline.com, kamis (4/8/205)

Menurutnya, ia mengaku telah dihubungi staf Direktorat Jenderal  (Dirjen) Komunikasi Publik dan Media Kemkomdidgi yang mengabarkan bahwa rencana pekantikan kepengurusan PWI Pusat periode 2025-2030 akan dilangsungkan di Solo.

“Kamarin sore stafnya bu Dirjen sudah ada yang telpon saya, cuma mengenai waktu dan tanggalnya belum dapat atau belum ditentukan. Pada prinsipnya kami siap menjadi tuan rumah,” ungkapnya.

Diskusi ringan rencana Monumen Pers Nasional dan PWI Solo sebagai tuan rumah Pelantikan Pengurus PWI Pusat masa bhakti 2025-2030. (Foto : Istimewa)

Hal senada juga dikatakan Ketua PWI Solo (Surakarta-red) , Anas Syahirul, pada prinsipanya pihaknya menyatakan siap dan mendukung kegiatan pelantikan pengurus PWI Pusat jika diselenggarakan di kota Solo, terlebih jika ini permintaan dari Menteri Komdigi. Ini merupakan suatu kehiormatan bagi kota Surakarta yang juga sebagai salah satu kota pejuangan para pendiri PWI, ketika zaman perjuangan berdirinya PWI pada tahun 1946

“Ini merupakan momen sangat bersejarah, karena lahirnya PWI dari kota Surakarta, dimana para tokoh pers dari berbagai seluruh tanah air yang saat itu berkumpul dan bersatu di kota Surakarta untuk mendirikan organisasi profesi wartawan,’ ujar Ketua PWI Sola dua periode itu.

Selain itu, Anas juga mengatakan, pelantikan pengurus PWI tidak hanya dimaknai sebagai acara seremonial saja, melainkan sebagai moment persatuan PWI yang selama dua tahun terakhir terjadi perpecahan dengan adanya dualisme kepengurusan.

“Mari kita teladani para tokoh pers pendahulu kita, yang telah memberi keteladanan dan contoh persatuan, khusunya bagi seluruh anggota PWI di seluruh Indonesia untuk bersatu,” pungkasnya. (Deni Firmansyah)

banner 521x10

Komentar