oleh

Kunjungi Para Korban, Bupati Indaramayu Perintahkan Dinkes Rujuk ke RSPP Jakarta

INILAHONLINE.COM, INDRAMAYU

Bupati Indramayu, Nina Agustina, bergegas mengunjungi enam korban luka bakar ledakan tanki Pertamina RU VI Balongan di IGD RSUD Indramayu, Senin, (28/3/2021). Dalam kunjungannya, Bupati Nina menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas musibah yang dihadapi warganya.

Melihat kondisi luka bakar yang cukup serius, Nina bergegas memerintahkan Kadinkes dan Direktur RSUD Indramayu untuk segera merujuk keenam pasien tersebut ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta, guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

“Secepatnya Pak Kadis, Bu Direktur enam pasien ini dirujuk ke RSAP Jakarta, kasihan luka bakarnya sangat serius,” pinta Nina saat mengunjungi korban.

Bupati Nina memberikan bantuan kepada keluarga korban yang menunggu saat perawatan di RSPP Jakarta, sebagai bentuk keprihatinan Pemkab Indramayu untuk para korban ledakan Tanki PT Pertamina RU VI Balongan.

“Semua biaya akan ditanggung Pemkab Indramayu, ini bantuan untuk keluarga yang menunggu di Jakarta, yang sabar ya bu?,” sela Nina usai menyerahkan bantuan.

Hal yang sama diutarakan Bupati Nina Agustina, saat menjenguk satu pasien di RS Bumi Patra Pertamina Balongan. Putri bungsu Mantan Kapolri Jenderal Purn Dai Bachtiar ini memberikan motivasi dan semangat kepada keluarga korban untuk bisa sabar dalam menghadapi ujian.

Nina berharap, seluruh korban luka bakar yang cukup serius, secepatnya bisa pulih kembali dan mampu melewati semua cobaan yang dihadapi saat menjalani perawatan.

“Kasihan mereka harus bisa kuat menahan rasa sakit akibat luka bakar itu,” tutur Nina.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara, memastikan jika keenam korban luka bakar tersebut sudah dirujuk ke RSPP Jakarta guna mendapatkan penanganan medis lanjutan. Penegasan itu disampaikan guna meluruskan kabar yang beredar jika ada diantara enam korban dinyatakan kritis dan meninggal sebagaimana isu yang beredar adalah tidak benar.

” Dipastikan melalui supir ambulance yang dihubungi, jika 6 pasien di UGD sudah berangkat semua ke Jakarta dan bisa dipastikan mereka hidup semua,” tandas Deden saat dikonfirmasi.

Muncul kabar lain yang dirilis media, jika akibat ledakan dahsyat itu menyebabkan 1 warga Desa Balongan meninggal dunia perlu juga diluruskan bahwa semua korban baik luka bakar maupun luka ringan sampai warga yang dievakuasi tidak ada yang meninggal dunia.

Namun pasca kejadian dikabarkan adanya warga Desa Balongan Blok Balongan 2 atas nama Mashadi Dulkodir meninggal dunia dibenarkan oleh Kuwu Balongan, Radi yang menyatakan jika warganya yang berdomisili jauh dari lokasi ledakan tanki Pertamina meninggal diduga karena serangan jantung bukan akibat korban ledakan.

“Warga kami yang meninggal bukan warga yang sedang dievakuasi, namun karena kaget atas peristiwa itu dan katanya ada riwayat jantung selanjutnya meninggal dirumah,” tuturnya saat dikonfirmasi.

Hadir mendampingi Bupati Indramayu Nina Agustina, Wakil Ketua DPRD Indramayu, Sirojudin, Kajari Indramayu, Denny Ahmad dan para pejabat lainnya. Selanjutnya rombongan mengunjungi korban evaluasi di GOR Bumi Patra Pertamina Balongan yang dihuni oleh sekitar 320 orang.(Ikhsan/red)

Komentar