Pantau PPKM Darurat Hari Kelima, Ganjar Temukan Ada yang Sudah Taat dan Belum

Berita, Jawa Tengah527 Dilihat

INILAHONLINE.COM, SEMARANG — Memasuki hari kelima pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memantau kondisi pertokoan dan mal di Kota Semarang. Dalam pantauan yang dilakukan tersebut, mulai melihat ada perubahan dibandingkan hari-hari sebelumnya, meskipun masih ada juga yang belum menaati peraturan.

Dalam pantauan dan berkeliling melintasi sejumlah lokasi yang biasa menjadi titik keramaian di Kota Semarang. Tepatnya di kawasan pertokoan Jurnatan, Jalan H Agus Salim Kota Semarang, mobil berhenti.

“Ternyata tertarik dengan sebuah pengumuman yang tertempel di pintu sebuah toko di kawasan tersebut. Hampir semua toko di kawasan itu tutup,” ujar Ganjar di Semarang, Rabo (7/7/2021).

Banyaknya toko di sepanjang kawasan ini tutup, lanjut Ganjar, ternyata ada peraturan dari Wali Kota terkait PPKM darurat. Pemilik toko juga menempel jadwal atau cara pembelian. “Ini contoh yang bagus,” kata Ganjar yang turun dari mobil dan melihat dari dekat pertokoan yang tutup selama PPKM darurat.

Setelah dari kawasan pertokoan Jurnatan, Ganjar berlanjut melihat kondisi di sepanjang Jalan Pemuda, Jalan MH Thamrin, dan Jalan Mayjend Sutoyo. Ia juga mampir untuk melihat kondisi di Mal Ciputra dan DP Mal.

Saat berada di Mal Ciputra, Ganjar melihat kondisi gerai-gerai yang banyak tutup tetapi ada juga yang masih buka, seperti restoran cepat saji dan sebuah supermarket. Ternyata para pemilik restoran masih buka dengan hanya melayani pembelian online. Bahkan di dekat pintu masuk para pemilik usaha makanan dan minuman memasang nomor telepon yang bisa dihubungi untuk memesan.

“Ternyata kreatif semua ya. Jadi ini nomor-nomor yang bisa dihubungi untuk pesan makanan. Terus makanan yang dipesan akan diantar oleh pelayan kepada pemesan yang menunggu di pintu masuk. Bagus ini,” katanya.

Kendati begitu, saat melihat kondisi di DP Mal Semarang. Di sana masih ada gerai makanan dan minuman yang masih buka, juga supermarket dan toko pakaian. Semua toko yang ada di sana hanya melayani pembelian take away dan online.

Omzet Menurun

Di dua mal tersebut, pihaknya juga sempat berdialog dengan penjual dan jasa ojek online. Para penjual makanan dan minuman mengaku omzetnya menurun selama PPKM darurat. Sebaliknya para ojek online mengaku banyak orderan makanan dari pelanggan, meskipun kadang titik antarnya sangat jauh.

“Ya tidak apa-apa. Bertahan sebentar ya sampai coronanya minggat,” kata Ganjar kepada penjual makanan di DP Mal.

Selain pantauan di pertokoan dan mal itu, pagi harinya Ganjar juga berkeliling memantau kondisi PPKM darurat di kampung-kampung dan gang-gang sambil bersepeda. Selama pantauan itu, melihat sudah adanya perubahan dibanding hari sebelumnya.

“Semakin hari semakin baik. Hari pertama dan kedua belum membaik, hari ketiga mulai ada penindakan, dan hari keempat saya mulai melihat kesadarannya muncul. Tadi saya lihat warung-warung yang kursinya sudah dibalik, mobilitas nanti kita,” katanya.

Di beberapa tempat, Ganjar mengatakan, memang masih menemukan ada yang belum taat. Tapi ia percaya bahwa masyarakat Jawa Tengah perlahan akan mulai mengubah perilaku untuk menjaga prokes dan tidak makan ditempat.

“Mudah-mudahan masyarakat sudah banyak yang tahu karena di media sosial diskusinya juga menarik, ada yang bilang ikuti dong. Artinya ada dukungan masyarakat,” katanya.

Ganjar menambahkan, bahwa posisi PPKM darurat ini memang sangat rumit untuk semua. Maka dari itu, ia meminta bantuan masyarakat agar tetap semangat. Berbagai cara dan alternatif sedang diupayakan, agar masyarakat bisa menjaga protokol kesehatan dan tidak banyak mobilitas.

“Bagi yang punya usaha tetap semangat berusaha tapi mari caranya diubah. Kita harus bisa itu,” katanya.(Suparman)

banner 521x10

Komentar