oleh

Pemberlakuan Protokol Pencegahan Corona, Penumpang KA di Daop 4 Alami Penurunan

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Sejak diberlakukannya Protokol Pencegahan Penyebaran Virus Corona di Indonesia pada Senin (16/3) lalu, yakni dengan sistem bekerja dari rumah bagi pekerja tertentu dan pembelajaran dari rumah bagi siswa dan mahasiswa, jumlah masyarakat yang bepergian dengan moda transportasi kereta api mengalami penurunan.

Dari data yang ada pada PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang, semenjak adanya KLB Corona di Indonesia, tercatat sejak Senin (9/3) s.d. Kamis (19/3) penumpang kereta api di Wilayah Daop 4 Semarang menurun 17% perhari atau hanya 14.472 penumpang/hari dibandingkan pada saat sebelum KLB Corona yakni 17.440 penumpang/hari.

“Selain mengalami penurunan penumpang pada jumlah rata-rata harian, masyarakat juga banyak yang membatalkan tiket perjalanannya dengan menggunakan KA. Tercatat pada periode yang sama, pembatalan rata-rata harian tiket KA meningkat sebesar 265% dari sebelum ada KLB Corona,”ujar Krisbiyantoro Manager Humas Daop 4 Sematang.

Menurutnya, proses pembatalan tiket kereta dapat dilakukan di Stasiun Semarang Tawang, Poncol, Pekalongan, Tegal, dan Cepu dengan ketentuan yakni yang membatalkan adalah pemegang tiket yang datang ke stasiun dengan mencantumkan identitas asli, atau pemegang tiket memberikan surat kuasa bermaterai kepada orang yang ditunjuknya dengan membawa bukti identitas asli.

 

“Masyarakat yang ingin bepergian dengan KA tidak perlu khawatir, karena dalam menghadapi penyebaran Virus Corona di stasiun dan kereta, pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang sejak Minggu (15/3) sudah melakukan berbagai upaya. Upaya yang dilakukan yakni dengan melakukan penyemprotan disinfektan di stasiun stasiun, depo lokomotif, ruangan kerja termasuk klinik yang digunakan untuk pelayanan umum, dan juga kabin lokomotif dan kereta saat sebelum melayani penumpang KA.”

Dia menambahkan, penggunaan APD berupa masker dan sarung tangan pada petugas di stasiun yang melayani penumpang KA, termasuk penyediaan fasilitas hand sanitizer dan cuci tangan di stasiun sudah dilakukan juga.

“Disinfektan pada kereta penumpang sudah dilakukan oleh PT KAI dengan secara periode satu tahun sekali, semenjak sebelum adanya pandemi Virus Corona yang merebak di Indonesia,” katanya.

Selain itu, tambahnya, di Stasiun Semarang Tawang, Poncol, Tegal, Pekalongan, dan Cepu juga diberlakukan kebijakan social distance bagi pengguna jasa KA.

“Jadi dengan memberikan label dan garis bertanda khusus pada area-area tertentu, diantaranya jalur penumpang boarding, jalur antrian pembelian tiket, dan tempat duduk di ruang tunggu stasiun yang diberi jarak antar penumpang.”

(Suparman)

Komentar