Pemkab Bogor Pastikan Hewan Kurban Harus Sehat dan Berkualitas

Berita, Megapolitan87 Dilihat

INILAHONLINE.COM, CIBINONG — Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemdakab) Bogor terus memastikan hewan qurban sehat, bebas penyakit dan layak konsumsi, dengan lakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di Kabupaten Bogor menjelang Hari Raya Iduladha.

Penjabat (Pj.) Bupati Bogor Asmawa Tosepu mengatakan, meskipun telah membentuk tim pemeriksa kesehatan hewan kurban tim ini tidak hanya memeriksa kesehatan, tapi juga pendistribusiannya.

“Tim sudah turun ke lapangan untuk memeriksa kesehatan hewan qurban. Ini untuk memastikan hewan yang dijual dan dipasarkan di lapak-lapak penjual hewan qurban sehat dan layak baik dari sisi agama, sisi ukuran dan kesehatannya untuk dijadikan hewan qurban,” ujar Asmawa.

Kepala Puskesmas Kesehatan Hewan Kelas A Wilayah II Kabupaten Bogor M. Toif Hidayatullah menuturkan, untuk pemeriksaan kesehatan dan kelayakan calon hewan kurban dilakukan dari H-30 s/d H-1 yakni dari 17 Mei hingga 16 Juni 2024 di lokasi farm, feedlot, pengepul, lapak hewan kurban.

Bagi kurban yang dinyatakan sehat akan ditempel stiker pemeriksaan, dan diberikan Surat Keterangan Kesehatan Hewan Qurban (SKKHQ).

Untuk Wilayah Kerja UPT Puskeswan II Babakan Madang sendiri mencakup 6 Kecamatan yaitu Babakan Madang, Citeureup, Sukarja, Ciawi, Megamendung dan Cisarua.

“Sampai hari ini sudah dilakukan pemeriksaan terhdap kurang lebih 57 feedlot/farm/pengepul di 6 kecamatan tersebut,” tutur Toif.

Ia menuturkan, pengecekan yang dilakukan adalah pemeriksaan kesehatan hewan, asal hewan, SKKH daerah asal serta pemeriksaan kelayakan calon hewan kurban serta melakukan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) terkait dengan kesejahteraan hewan di lokasi kandang dan saat distribusi hewan dengan kendaraan.

Selain itu, juga dilakukan KIE terkait kewaspadaan penyakit hewan dan melakukan inventarisir stok calon hewan kurban yang tersedia beserta harganya.

“Hewan yang terindikasi tidak sehat melakukan pengobatan dan dipisahkan di kandang yang berbeda. Alhamdulillah sampai saat ini dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan hewan yang terindikasi penyakit hewan menular,” tegasnya.

Di tempat berbeda, pemilik lapak hewan kurban Abdi Jaya Farm Siti Umira mengatakan, untuk pengecekan kesehatan hewan qurban sudah dilakukan kemarin oleh empat petugas kesehatan hewan dari Pemdakab Bogor.

“Kemarin sudah ada beberapa orang, ada 4 orang petugas kesehatan ke sini, alhamdulillah sehat semuanya,” terang Situ Umira.

Menurutnya, ada penurunan penjualan hewan qurban tahun ini dibandingkan tahun 2023 lalu. Hal itu dikarenakan momentum hari raya Iduladha tahun 2024 berbarengan dengan pelaksanaan pendaftaran dan kelulusan sekolah.

“Agak menurun, biasanya H-6 hewan qurban sudah habis tapi tahun ini baru 15 ekor yang terjual. Tahun lalu bisa terjual 60-100 ekor, masih ada enam hari lagi semoga bisa laku semuanya,” harapnya.

Kemudian, pemilik lapak hewan kurban Mitra Kado Farm wilayah Kecamatan Babakan Madang, Andy menyampaikan, ada 165 kambing domba dan 19 sapi bali yang sudah diperiksa kesehatannya oleh tim petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban dari Pemdakab Bogor.

“Alhamdulillah domba dan sapi di lapak kami sehat-sehat. Karena memang kalau datang kita langsung infokan ke Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor buat cek, terus vaksin sama vitamin. Pelayanan yang diberikan sangat baik sehingga kami lebih tenang menjual hewan qurban dan kesehatannya sudah terjamin dengan baik,” katanya.

Lanjut Andy mengakui, bahwa penjualan hewan qurban tahun 2024 ini mengalami penurunan 10 sampai 15 persen. Biasanya H-7 sudah terjual habis sekarang masih ada sisa 25 ekor lagi.

“Beberapa alasan tidak berkurban tahun ini karena faktor berbarengan bayar anak sekolah juga ada beberapa keperluan lainnya,” tukas Andy. (Basir)

banner 521x10

Komentar