oleh

Pemkab Jepara Sebar Relawan Antinarkoba ke Desa

INILAHONLINE.COM, JEPARA — Relawan antinarkoba diharapkan dapat menjadi agen perubahan dan menggerakkan partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat, dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) di Jepara.

Hal itu disampaikan Bupati Jepara Dian Kristiandi saat mengukuhkan 75 orang relawan mahir antinarkoba di Gedung Shima Setda Kabupaten Jepara, Selasa (19/10/2021). Menurutnya, seluruh masyarakat harus meningkatkan kepekaan sosial. Sebab, sejumlah kasus besar peredaran narkoba yang diungkap di Jepara bisa jadi karena cueknya masyarakat dengan lingkungan sekitarnya.

“Padahal peran serta masyarakat sangat menentukan keberhasilan pencegahan dan penangulangan penyalahgunaan narkoba, karena keterbatasan yang dimiliki petugas keamanan,” jelas bupati, yang akrab disapa Andi.

Bupati menjelaskan, Kabupaten Jepara dalam beberapa tahun ini menjadi episentrum peredaran gelap narkoba di wilayah Pantura Timur. Jepara, bahkan menduduki peringkat ketiga dalam peta wilayah kerawanan kasus penyelahgunaan narkoba.

“Kita masih ingat tahun 2008 terungkap jaringan narkoba di Jepara. Kemudian tahun 2009, dan terakhir yang cukup besar di tahun 2016. Jepara menjadi satu wilayah yang diincar bagi pengedar dan bandar,” ungkapnya.

Karenanya, bupati berharap, dengan hadirnya para relawan antinarkoba, dapat membantu pemerintah dalam mengawasi peredaran narkoba. Selain itu, juga turut mengampanyekan bahaya narkoba kepada masyarakat.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Jepara Lukito Sudi Asmara mengungkapkan, saat ini sudah ada lima kecamatan antinarkoba. Yakni, di Kecamatan Welahan, Tahunan, Kedung, Pakisaji, dan Kalinyamatan. Selain itu, ada juga desa percontohan antinarkoba yaitu, Desa Petekeyan, Kecamatan Tahunan, Desa Karanganyar dan Kedungsarimulyo, Kecamatan Welahan.

“Kita akan tambah terus, agar seluruh desa di Jepara ditetapkan menjadi desa antinarkoba,” kata Lukito.(Heru CA)

Komentar