Pengusaha Dan Masyarakat Dihimbau Kurangi Pembelian Barang Impor

14/09/2018 6:09:43 Kategori: ,

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Pengamat ekonomi Aviliani mengatakan, pemerintah daerah memiliki peranan cukup besar untuk mengajak kalangan pengusaha, untuk mendorong nilai ekspor dan mengurangi impor sebagai upaya penguatan ekonomi.

''Yang lebih penting adalah pemerintah daerah untuk membangun di hulu terlebih dulu, karena selama ini hanya hilir yang diberikan insentif,''ujarnya dalam Seminar Nasional Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Nasional Terhadap Pertumbuhan Daerah yang digelar Kadin Semarang di Hotel Aston Inn Semarang, Kamis (13/9/2018).

Menurut dia, selain hal tersebut pihaknya menilai sektor pariwisata merupakan langkah paling ampuh sebagai penguatan ekonomi daerah, sehingga bila nilai tukar rupiah terhadap US$ terpuruk tidak akan berpengaruh besar.

''Namun sangat disayangkan, masih banyak daerah di Indonesia masih fokus menyedot wisatawan domestik bukan internasional,''paparnya.

Meski demikian, lanjutnya, pemerintah daerah perlu membuat even internasional, karena melalui even itu banyak uang yang dibelanjakan di daerah bersangkutan. Hal ini berbeda dengan wisatawan yang datang sendiri sendiri.

''Dengan banyaknya event tingkat inernasional, setidaknya bisa menyedot transaksi pembelian yang dilakukan oleh wisatawan yang datang,''ujarnya.

Sementara itu Dirut PT PP Persero Lukman Hidayat mengatakan, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap US$ berpengaruh di sektor konstruksi. Meski hal tersebut juga ada pengaruhnya yang tidak terlalu signifikan.

''Kalau untuk konstruksi ada pengaruhnya, tapi sedikit dan masih dapat dicarikan solusi,''tutur Lukman.
Menurutnya, masyarakat dan pengusaha dihimbau untuk menekan pembelian produk impor dan beralih ke produk dalam negeri, sehingga produksi lokal semakin meningkat serta memberikan kontribusi devisa yang diharapkan mampu ikut mendorong penguatan nilai rupiah terhadap US$.

Walikota Semarang Hendrar Prihardi mengatakan, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap US$ hingga menembus level Rp15.000 per US$ sangat berpengaruh terhadap kondisi perekonomian nasional.

''Kondisi itu bisa disiasati dengan berbagai langkah upaya, termasuk mengurangi pembelian impor dan beralih ke produk dalam negeri,''paparnya.

Hendi panggilan akrab Hendrar Prihadi itu mengharapkan, agar seluruh elemen masyarakat maupun pengusaha yang terbiasa membeli produk impor, untuk segera berhenti dan beralih membeli produk dalam negeri.

''Saya menghimbau seluruh warga Semarang maupun pengusaha untuk menekan pembelian produk barang impor dan membeli produk dalam negeri, sehingga ekonomi tumbuh baik, karena langkah itu diharapkan produk lokal akan terus diproduksi dan devisa tidak banyak keluar sehingga terjadi penguatan rupiah,''ujarnya.

(Suparman)