Pesan Siomay-Sekoteng Dihujat ‘Woi Anjing’, Busyet Dah!

Megapolitan1168 Dilihat

“Inilah bukti pengaruh dayabeli yang makin lama makin merosot. Wong cilik, pekerja jalanan yang lagi nggojekpun ikut ketimpa mudaratnya. Bukan karena kompetisi di antara mereka saja faktor penyebabnya, merosotnya dayabeli bisa bikin mereka gampang emosi, tak terkecuali kepada pelanggan setianya yang baik-baik pesan Siomay & Sekoteng di Pandu Raya, Kota Bogor via ‘GF’, malah diumpat Woi Anjing. Busyet!”

INILAHONLINE.COM, BOGOR

Rasanya, Kamis 27 September 2018 siang yang masih cerah tak segerah hari-hari sebelumnya, karena sore harinya Bogor diguyur hujan deras disertai angin kencang dan geluduk menggelegar. Jadi, pas jam makan siang kemarin rasanya tak perlu santap Nasi Liwet Bakar Komplit (plus Dada Ayam penyet, tahu dan tempe), tapi cukup Siomay plus Sekoteng khas Pandu Raya. Alih-alih ingin nahan perut dengan Siomay rasa pedas, dan menghangatkan badan dengan nyeruput Sekoteng di sela-sela dinginnya Kota Hujan, yang terjadi malah berjuang nahan nafsu amarah menghadapi perilaku petugas GF, ‘ES’ yang murang-muring, ngumpat abis pelanggannya. Ada apa gerangan?

“Lha wong saya pesan baik-baik. Pesan Es Sekoteng dan Siomay seporsi Pandu Raya, di Jalan Achmad Adnawijaya, Bogor Tengah, Kota Bogor. Nggak lama petugas GF itu SMS untuk konfirmasi, saya jawab iya. Lalu telpon konfirmasi lagi, saya jawab iya, maksudnya sesuai pesanan saya. Eeh lima menit lagi, dia malah WhatsApp (WA) saya ngumpat-ngumpat,” ungkap pemesan dengan nomor F-101684392 lewat Hp bernomor 62-856-8545-xxx pada Kamis (27/9) itu.

Saat pesan hidangan itu, tercantum alamat terang di Jalan Bina Marga I Nomor 19 Baranangsiang, Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat 16143, Indonesia. Komunikasi via panggilan handphone terjadi pukul 13.05 dan 13.07 WIB, kemarin.

Sebelum panggilan tak terjawab pukul 13.05, petugas GF itu nulis pesan via WA, “Lu jadi jgn jail deh. Gua tuh lagi nyari duit bukan mau buang2 duit.” Dan sebelum panggilan tak terjawab pukul 13.07, dia WA lagi,

“Woi anjing ga ada kerjaan lu. Ngerjain orang aja lu. Gua tuh lagi nyari duit bukan mau buang2 duit. Woi anjing dimana lu.”

Sambil berjuang menahan amarah akibat umpatan petugas GF via WA itu, pemesan GF, yang ternyata adalah Presiden Front Pribumi, Ki Gendeng Pamungkas (KGP) itu mencoba menelepon ‘ES’ sang petugas GF, namun tak diangkat. Tebersit di pemikiran KGP, ia mesti melaporkan kejadian tak mengenakkan dan perbuatan tidak menyenangkan sekaligus pencemaran nama baik itu ke Polresta Bogor, mengingat pasal penjerat di dalam Undang Undang ITE.

Atas perilaku tak santun petugas GF itu, KGP telah melaporkannya ke manajemen Gojek, dan diterima dengan baik. Pihak Gojek akan menerapkan tindakan sesuai standar perusahaan atas sikap tidak sopan mitranya terhadap pelanggan.

Secuil kisah itu menggambarkan betapa kedaulatan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) patut direbut kembali, dengan memakmurkan rakyatnya, termasuk mengatrol dayabeli masyarakat. “Untuk itu butuh pemimpin baru yang mampu mengendalikan ekonomi, dan memakmurkan warganya,” tuturnya.

Ia yakin seluruh jajaran Laskar Bambu Runcing, militansi K666, anggota dan simpatisan Front Pribumi sepakat mendukung pemimpin yang mampu merebut kembali Indonesia yang berdaulat demi kemakmuran warganya.

(Mochamad Ircham)

banner 521x10

Komentar