oleh

Polda Jateng Kabulkan Penangguhan Penahanan Mahasiswa Penghina Presiden

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol.Rycko Amelza Dahniel mengabulkan permohonan penangguhan penahanan terhadap Mohammad Hisbun Payu, mahasiswa salah satu universitas swasta di Sukoharjo, yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui media sosial.

“Kepolisian memerikan penangguhan penahanan terhadap tersangka tersebut. Karena ada permohonan penangguhan yang disampaikan pengacara dan keluarganya,” katanya Kapolda Jateng di Semarang, Sabtu (21/3/2020).

 

Adapun dasar pemberian penangguhan tersebut, lanjut Kapolda, tersangka sudah menyampaikan permohonan maaf dan menyesali perbuatannya. Selain itu, tersangka juga menyatakan siap kooperatif dalam menjalani penyidikan kasus dugaan ujaran kebencian tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Polda Jawa Tengah menetapkan seorang mahasiswa salah satu universitas swasta di Sukoharjo atas dugaan ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo melalui media sosial.

Kepala Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah AKBP Agung Prabowo mengatakan, pengungkapan tersebut berdasarkan dari laporan awal di Polres Sukoharjo tentang dugaan unggahan status instastory pemilik akun @_belummati.

Berdasarkan laporan awal itu, petugas kemudian menelusuri akun instagram yang dimaksud.

Menurut dia, sebelum dilakukan penindakan, penyidik melakukan gelar perkara untuk memastikan adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan dalam unggahan itu, sebelum akhirnya menangkap tersangka.

“Jadi tidak langsung ditangkap, tapi kami laksanakan gelar perkara dulu,” katanya.

Hisbun ditangkap di tempat indekosnya di Laweyan, Kota Surakarta pada 13 Maret 2020.

(Suparman)

Komentar