oleh

Polisi Bubarkan Demo 16 Ormas Di Kawasan Industri GIIC Cikarang Bekasi

INILAHONLINE.COM, BEKASI – Polisi bubarkan aksi demo 16 organisasi nasyarakat (Ormas) di kawasan industri Greenland International Industrial Center(GIIC), Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi, Selasa (12/10/2021).

Pembubaran aksi demo itu sebagai upaya polisi untuk antisipasi terjadinya kericuhan, sehingga polisi mengambil tindakan tegas dengan membubarkan massa yang berkumpul.

“Bahkan Kapolres Bekasi terjun langsung ke lokasi dan membantu melakukan mediasi antara pihak pendemo dengan pihak perusahaan,” kata Reyhan, pengurus Bumdes di Cikarang Pusat yang ikut memantau aksi demontrasi 16 ormas di wilayahnya.

Menurutnya, polisi bertindak tegas dan cepat membubarkan aksi massa yang sempat membuat jalan utama Deltamas menuju kantor Pemkab Bekasi itu macet. Sebab, massa dari ormas tersebut memenuhi jalanan. Bahkan, ada yang berputar putar mengelilingi area perumahan.  

“Polisi juga berjaga jaga di sekitar lokasi demonstrasi, polisi terlihat melakukan penyisiran di sepanjang jalan utama menuju kawasan GIIC,” jelas Reyhan. 

Namun ketika demo menjelang sholat Dzuhur, aksi demontrasi berlangsung mulai mereda dan situasi relatif kondusif. Sekitar jam 12.00 wib jalan utama Kota Deltamas sudah berangsur normal.

Dalam aksi demo yang dimulai sejak pukul 07.00 wib berhasil dibubarkan polisi pada pukul 11.00 wib, aksi demonstrasi di Bekasi ini diduga berkaitan dengan perebutan limbah salah satu perusahaan otomotif di kawasan tersebut.

Menurut pantaun dilapangan, sedikitnya 1500 masa dengan menggunakan atribut masing-masing Ormas berdatangan dari arah Karawang, Bojongmangu dan Cikarang Selatan. Mereka datang ke Kawasan GIIC menggunakan kendaraan  roda empat dan roda.

Dalam aksinya, pihak demonstran meminta perusahaan otomotif di kawasan GIIC menyerahkan pengelolaan limbah sisa produksinya kepada salah satu perusahaan yang diusung para pendemo. 

Namun, rupanya pihak perusahaan sudah lebih dahulu mengeluarkan Surat Perintah Kerja (SPK) pengelolaan limbah sisa produksinya kepada salah satu pengusaha limbah di Cikarang dan 3 perusahaan lokal per 13 Agustus 2020. (Don / PH)

Komentar