Polrestabes Makassar Tetapkan 2 Tersangka Pengambil Paksa Jenazah Covid-19

Berita, Daerah, Hukkrim291 Dilihat

INILAHONLINE.COM, MAKASSAR

Penyidik Polrestabes Makassar akhirnya menetapkan 2 orang tersangka dalam kasus pengambilan paksa jenazah terpapar virus Covid-19 di RSUD Daya.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo, mengatakan aksi pengambilan paksa jenazah tersebut dilakukan oleh salah satu anggota DPRD Makassar.

“Ya benar (sudah ditetapkan tersangka), salah satunya Anggota DPRD Makassar,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo kepada wartawan, Selasa (14/7/2020).

Tersangka itu antara lain berinisial AHI dan AN. AHI diketahui bernama Andi Hadi Ibrahim Baso yang merupakan anggota DPRD Makassar.

“Kita telah menetapkan tersangka kepada yang bersangkutan pada hari Jumat 10 Juli 2020 yang mana saat itu telah dilaksanakan gelar perkara dan dikuatkan dengan bukti-bukti,” ungkap Ibrahim Tompo.

Kombes Pol Ibrahim Tompo menyatakan, 2 tersangka tersebut di tetapkan setelah sehari sebelumnya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik dan saat ini Perampungan Berkas Perkara.

Kasus ini bermula saat tersangka AHI bersama dengan keluarga pasien datang ke RSUD Daya Makassar dengan tujuan membawa pasien yang sudah meninggal dunia. AHI meminta pihak rumah sakit tidak melakukan protokol Covid-19 kepada pasien tersebut.

“Saat itu pihak RSUD Daya melarang dan berusaha menyampaikan edukasinya namun diabaikan oleh AHI dan mengatakan, telah ada komunikasi dengan Direktur RSUD Daya Makassar dr. Ardin Sani yang mengijinkan untuk membawa jenazah pasien tersebut,” terang Ibrahim.

Selanjutnya, saat kejadian itu berlangsung Direktur RSUD sudah menjelaskan jika pasien Covid-19 sangat rawan menyebarkan penyakit. Akan tetapi himbauan itupun tidak diperdulikan oleh tersangka dan tetap ingin membawa pulang pasien. Selain meminta paksa, tersangka juga mengancam menuntut pihak rumah sakit.

“Direktur sudah dijelaskan bahwa pasien ini Covid-19 dan rawan menyebarkan penyakit, jadi harus dikebumikan dengan protokol Covid. Tersangka tetap memaksa dan mengancam mengatakan bahwa massa susah di bendung dan akan menuntut RSUD Daya,” paparnya.

Atas perbuatanya, tersangka dikenakan Pasal 214, 335, 336 KUHP dan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (CJ/Rosnia)

banner 521x10

Komentar